Depok (ANTARA) - Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) sebagai rumah sakit pendidikan berperan menyiapkan generasi dokter masa depan, dengan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan mentoring, para dokter tidak hanya membagikan ilmu klinis.
Hal tersebut dikatakan Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto, di Depok, Jumat.dr. Kusumo Januarta yang biasa disapa dr. Ari mengatakan RSUI juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, serta etika profesi kepada mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, dokter RSUI juga aktif melakukan penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine) diterapkan dalam setiap pengambilan keputusan medis, sehingga pasien memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan.
Baca juga: RSUI dan Etana kolaborasi penelitian klinis terapi diabetes melitus tipe 2
Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh dokter RSUI atas dedikasi dan profesionalismenya dalam menjalankan berbagai peran.
“Di era yang penuh tantangan seperti sekarang, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika sistem kesehatan, dokter diharapkan tidak hanya memberikan layanan kuratif, tetapi juga menjadi pembelajar dan inovator yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," ujarnya.
Melalui pendidikan, penelitian, dan pelayanan yang terintegrasi, kami ingin turut menyiapkan generasi dokter yang membawa kemajuan bagi kesehatan Indonesia.
Lebih lanjut, dr. Ari menegaskan pentingnya menjaga kompetensi dan profesionalisme dokter. Dokter RSUI senantiasa mengembangkan keilmuannya melalui berbagai kegiatan seperti penelitian, simposium, seminar, hingga melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri. Upaya ini dilakukan untuk menghadapi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan digitalisasi.
“Sebagai profesi yang berlandaskan sumpah, dokter berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pasien. Dokter tidak menjanjikan kesembuhan, namun selalu berupaya semaksimal mungkin agar pasien dapat sembuh,” jelasnya.
Baca juga: RSUI resmikan layanan RIRS prosedur penanganan batu ginjal tanpa bedah terbuka
Dalam praktiknya, dokter RSUI juga terus memperbarui standar operasional prosedur (SOP) dan panduan berbasis bukti agar pelayanan yang diberikan tetap aman dan berkualitas.
Kompetensi dokter dijaga melalui proses kredensial dan pengawasan oleh Komite Medis serta Komite Mutu. Setiap dokter wajib mengikuti panduan dan SOP sesuai bidang keilmuannya.
Hal senada disampaikan oleh dr. Tommy Dharmawan, sebagai Direktur Operasional RSUI, yang juga aktif sebagai klinisi dan peneliti.
“Di RSUI, kami memahami bahwa banyak dokter memiliki peran ganda tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tetapi juga berperan sebagai pendidik dan peneliti," ujarnya.
Karena itu, kebijakan kami berfokus pada pengaturan beban kerja dan waktu yang proporsional agar ketiga peran tersebut dapat berjalan seimbang.
Baca juga: RSUI resmi buka layanan terapi sel punca untuk masalah tulang dan sendi
Jadwal kerja dokter disusun dengan mempertimbangkan tanggung jawab akademik dan penelitian yang dijalankan, sehingga tidak mengganggu fokus utama dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Melalui peringatan Hari Dokter Nasional 2025, RSUI menyampaikan apresiasi kepada seluruh dokter atas dedikasi dan pengabdiannya dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian.
RSUI berharap para dokter Indonesia terus maju, adaptif terhadap perubahan, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme demi memberikan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
RSUI berperan menyiapkan generasi dokter masa depan
Jumat, 24 Oktober 2025 16:53 WIB
Direktur Utama RSUI, dr. Kusuma Januarto dan dr. Tommy Dharmawan, sebagai Direktur Operasional RSUI, ketika menjelaskan tentang peran RSUI kepada wartawan. ANTARA/Feru Lantara
