Depok (ANTARA) - Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, resmi menandatangani Memorandum of Commitment pada Selasa, (12/11) di kampus UIII, Depok.
Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Philips J. Vermonte, Dekan Fakultas Ilmu Sosial UIII, dan Gita Loka Murti, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data, serta disaksikan oleh Kepala BSKLN, Muhammad Takdir, dan Rektor UIII, Prof. Jamhari Makruf.
Perjanjian ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan lainnya.
Baca juga: Gubernur Jawa Barat beri kuliah umum di UIII
Baca juga: UIII sambut baik kedatangan mahasiswa dari Gaza, Palestina
Tujuannya adalah mendorong pertukaran pengetahuan, pengambilan kebijakan berbasis bukti, dan kolaborasi yang inklusif antara dunia akademik dan lembaga pemerintah.
Dalam sambutannya, Gita Loka Murti menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat memperkuat peran diplomasi Indonesia yang berorientasi pada pengetahuan.
“Kami harapkan komitmen kerja sama ini dapat lebih membangun ekosistem pengetahuan yang inklusif, terbuka, dan berorientasi global serta tentunya memperkuat peran diplomasi Indonesia. Kami juga percaya bahwa kemitraan antara pemerintah, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi akan menjadi motor penggerak dalam memanfaatkan keahlian para Indonesianist ini, serta mendukung kegiatan luar negeri Indonesia yang berbasis bukti,” ujar Gita Loka Murti.
Baca juga: UIII resmi jadi rumah akademik untuk mahasiswa dari seluruh penjuru dunia
Sementara itu, Dr. Philips J. Vermonte menegaskan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi UIII sebagai universitas yang menjadi bagian dari diplomasi lunak Indonesia.
“UIII, khususnya Fakultas Ilmu Sosial, didirikan untuk menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia. Karena itu, penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi untuk kolaborasi yang lebih luas antara Kementerian Luar Negeribdalam hal ini BSKLN dan UIII. Mudah-mudahan ini hanya awal dari kerja sama kita ke depan. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, kolaborasi dan kemitraan adalah cara kita menghadapi tantangan global bersama,” ungkap Philips Vermonte.
Melalui nota kesepahaman ini, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama, seperti kuliah tamu, seminar, program magang, penelitian, publikasi, dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu kebijakan luar negeri dan diplomasi berbasis data.
Kerja sama ini menegaskan komitmen UIII dan BSKLN dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan diplomasi, serta mendorong kontribusi Indonesia dalam tataran pemikiran dan kebijakan global.
UIII dan Kemenlu kerja sama perkuat kolaborasi riset dan diplomasi
Rabu, 12 November 2025 14:56 WIB
UIII dan Kemenlu kerja sama perkuat kolaborasi riset dan diplomasi. ANTARA/HO-Humas UIII
