Jakarta (ANTARA) - Tokoh agama lintas iman menyepakati pembentukan Forum Nasional Tokoh Agama untuk Pengurangan Risiko Bencana (FONTA-PRB) dalam Kongres Nasional yang digelar pada 23–25 Januari 2026 di Jakarta.
Forum ini diharapkan memperkuat peran tokoh agama dan rumah ibadah dalam pengurangan risiko bencana secara terstruktur dan berkelanjutan di tingkat nasional.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, M. Adib Abdushomad, yang mewakili Sekretaris Jenderal Kemenag dalam keterangannya, Rabu menyampaikan bahwa Kerukunan umat beragama dapat menjadi fondasi penting dalam pengurangan risiko bencana yang holistik, integratif, dan inklusif
Menurutnya, pengurangan risiko bencana juga dapat menjadi ruang temu kerja sama antarumat beragama dalam menjawab tantangan kemanusiaan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia akibat kondisi geografis dan dampak perubahan iklim.
Kongres tersebut merupakan tindak lanjut dari kebutuhan dan inisiatif para tokoh serta majelis agama lintas iman yang melihat besarnya peran rumah ibadah dalam merespons bencana, sekaligus pentingnya penguatan peran tersebut pada fase pra-bencana.
Proses penyelenggaraan kongres difasilitasi melalui kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), dan Islamic Relief Indonesia.
Kongres dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur, meliputi kementerian dan lembaga pemerintah, lembaga kemanusiaan, akademisi, media, sektor swasta, serta tokoh dan lembaga keagamaan.
Peserta penuh kongres merupakan utusan resmi majelis agama, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). Selain itu, perwakilan umat agama Katolik dan Khonghucu hadir sebagai audiens dan tamu undangan.
Dalam beberapa waktu terakhir, banjir besar yang melanda Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat berdampak pada lebih dari 800 rumah ibadah. Dalam situasi tersebut, rumah ibadah kerap dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan sementara, pusat distribusi bantuan, dan titik koordinasi komunitas.
Sementara itu CEO Islamic Relief Indonesia menegaskan bahwa Islamic Relief Indonesia berperan sebagai fasilitator dan mitra pendukung dalam proses yang dipimpin oleh para tokoh dan majelis agama.
Peran tersebut dijalankan melalui fasilitasi dialog lintas iman, penguatan kapasitas, serta dukungan teknis berdasarkan pengalaman Islamic Relief Indonesia dalam penguatan Rumah Ibadah Tangguh Bencana. Disampaikan pula komitmen Islamic Relief Indonesia untuk mendukung keterhubungan forum ini dengan jejaring global, termasuk G20 Interfaith Forum, sebagai bagian dari pertukaran pengetahuan dan praktik baik.
Arahan kebijakan juga disampaikan oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, yang diwakili oleh Diannitta Agustinawati, Wakil Ketua Tim Pentahelix Direktorat Kesiapsiagaan BNPB.
Ia menyampaikan bahwa rumah ibadah merupakan salah satu dari tujuh objek ketangguhan bencana dan memiliki fungsi strategis dalam seluruh siklus penanggulangan bencana.
Kongres juga diisi dengan diskusi publik yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Umum KPI Pusat Ubaidillah Sadewa, akademisi Prof. Eko Teguh Paripurno, serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Islamic Relief Indonesia Prof. Muhammad Said. Diskusi membahas peran media, arah strategis Forum PRB lintas agama, serta dukungan pendanaan filantropi dalam pengurangan risiko bencana.
Melalui rangkaian sidang pleno dan komisi, kongres menghasilkan sejumlah dokumen kelembagaan, yaitu Statuta FONTA-PRB, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Program Kerja Awal, serta Rekomendasi Kongres.
Kongres juga menetapkan Dr. Ahmad Baidun, sebagai Ketua Umum FONTA-PRB.
Sebagai dukungan awal, Islamic Relief Indonesia memberikan dana stimulan sebesar Rp100 juta untuk mendukung pelaksanaan program kerja awal forum.
Ke depan, FONTA-PRB akan berperan sebagai forum tematik yang terintegrasi dalam ekosistem Pengurangan Risiko Bencana Nasional, dengan fokus pada edukasi, advokasi, dan penguatan kapasitas berbasis nilai keagamaan.
Kongres Forum Nasional Tokoh Agama perkuat pengurangan risiko bencana
Rabu, 28 Januari 2026 16:34 WIB
Kongres Forum Nasional Tokoh Agama perkuat pengurangan risiko bencana. ANTARA/istimewa
