Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan menyebutkan populasi badak jawa (Rhinoceros sondaicus) dan badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) jumlahnya masing-masing hanya tersisa sekitar 100 individu di ekosistem alaminya.
"Untuk badak jawa populasi saat ini kita estimasi berkisar antara 87-100 individu dan kami yakin juga individunya kurang dari 100 ekor," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko dalam peringatan Hari Badak Sedunia 2025 di Jakarta, Senin.
Kondisi serupa juga terjadi dengan spesies badak sumatera yang populasinya diperkirakan berada di bawah jumlah 100 individu tersebar di kawasan konservasi di Sumatera dan tersisa beberapa ekor di Kalimantan.
Dia mengakui bahwa sejumlah tantangan dihadapi oleh populasi badak asli Indonesia, yang statusnya masuk kategori kritis terancam punah dalam Daftar Merah yang dikeluarkan IUCN, tidak hanya sebatas ancaman perburuan.
Terdapat juga tantangan ekosistem yang terfragmentasi dan potensi pernikahan sedarah (inbreeding) yang mengancam keberlanjutan populasi hewan tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sedang melakukan sejumlah upaya untuk menambah populasi satwa terancam punah badak jawa yang spesiesnya hanya tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.
Baca juga: Kemenhut siapkan relokasi selamatkan dua badak Kalimantan dari kepunahan
Baca juga: Taman Safari Cisarua Bogor lakukan persiapan translokasi badak jawa
