Banjar, Kalsel (ANTARA) - Ratusan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti tradisi Baayun Maulid yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Ikhwansyah menegaskan tradisi Baayun Maulid merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Banjar.
“Tradisi ini sejalan dengan misi kelima Pemerintah Kabupaten Banjar, yaitu mengembangkan budaya Banjar dan budaya religius yang mencerminkan karakter luhur masyarakat,” kata Ikhwansyah di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu.
Ia menekankan penting mewariskan tradisi kepada generasi penerus sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
“Orang tua diimbau untuk terus mewariskan tradisi ini kepada anak cucu. Penting menjaga agar tradisi penuh berkah ini tidak punah ditelan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar Irwan Jaya menyampaikan kegiatan Baayun Maulid tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkuat identitas generasi muda di tengah arus globalisasi.
“Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti mencintai Rasulullah, menghormati orang tua, serta mencintai budaya Banjar dan identitas keislaman yang sarat kearifan lokal,” jelas Irwan.
Baayun Maulid atau Baayun Mulud merupakan tradisi masyarakat Banjar dengan mengayun bayi atau anak-anak sambil melantunkan syair Maulid.
Prosesi ini bertujuan mendoakan agar anak tumbuh menjadi pribadi saleh, sehat, berbakti, dan berakhlak mulia, serta sebagai bentuk syukur atas kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat itu menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan budaya dan spiritual antargenerasi di Kabupaten Banjar.
