Banjarbaru (ANTARA) - Hampir satu tahun berlalu sejak menjabat Kapolda Kalimantan Selatan pada 29 November 2024, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan terus menunjukkan kinerja positif dalam mengomando anggota Polri di Bumi Lambung Mangkurat.
Tak hanya pelaksanaan tugas pokok pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tapi kegiatan yang mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka juga sangat gencar dilaksanakan.
Yudha mengawali kepemimpinannya dengan membuka lahan tidur di Jalan Gubernur Syarkawi Km 5, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar untuk lokasi penanaman jagung.
Proyek tanam jagung ini dimulai Desember 2024 dengan didahului pembuatan akses jalan sepanjang 500 meter, pengairan atau irigasi hingga penanaman perdana pada
21 Januari 2025.
Yudha menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk penanaman jagung satu juta hektare serentak nasional oleh Polri mendukung swasembada jagung yang dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Langkah berani sekaligus inovatif dilakukan dengan menggarap lahan basah rawa gambut yang tidak ideal untuk budidaya jagung.
Mengatasi lahan suboptimal ini, dia menggandeng tim ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Tantangannya, kondisi tanah asam yang memiliki tingkat keasaman (pH) di bawah 5, sedangkan untuk budidaya tanaman jagung memerlukan paling tidak pH 5,5.
Untuk meningkatkan pH tanah dan air, peneliti ULM berhasil mengurai unsur batu bantuan dari Korea Selatan menjadi biomasa teraktivasi menetralisir pH tanah.
Di lokasi ini, disiapkan pembukaan lahan seluas 200 hektar secara bertahap dan telah empat kali panen jagung rata-rata 8 ton per hektare.
Kerja keras meningkatkan produktivitas panen jagung menjadikan Kalsel peringkat sembilan nasional peningkatan di atas 35 persen sejak diawali panen kuartal I 275,5 ton dan kuartal II 758,56 ton.
Kemudian kuartal III panen jagung 1.794,21 ton dan pada kuartal IV Desember 2025 mendatang ditargetkan panen jagung tembus 3.000 ton dari lahan tanam 1.051,14 hektare seluruh wilayah se-Kalsel yang ditanam Polda Kalsel dan 13 Polres jajaran didukung 1.605 petani.
Keberhasilan tanam jagung di lahan basah ini dijadikan Kapolri proyek percontohan nasional untuk Polda lainnya agar bisa memaksimalkan lahan tidak subur menjadi produktif.
Selain tanam jagung, Yudha juga menginisiasi 10 green house untuk tanaman sayur mayur sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Di sektor perikanan, ada 26 kolam bioflok di lahan Polda Kalsel untuk budidaya ikan gabus.
Kemudian membantu 40 kolam bioflok kepada pondok pesantren di Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar.
Selain itu, Polda Kalsel menggandeng BIN Daerah, ULM, dan swasta mengembangkan program peternakan sapi di Pusat Penelitian dan Teknologi Agripeka, Tanah Laut.
Hasil dari peternakan ini untuk membantu biaya kuliah mahasiswa ULM yang tidak mampu khususnya pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).
Aksi nyata dari Irjen Yudha dalam menggerakkan seluruh sumber daya mendukung terwujudnya swasembada pangan serta implementasi semangat Polri untuk masyarakat telah berbuah capaian prestasi.
Dari deretan apresiasi di level nasional, beberapa di antara yang paling bergengsi Kompolnas Awards 2025 yang diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Jakarta pada 16 Oktober 2025.
Polda Kalsel di bawah pimpinan Yudha dinilai dapat menunjukkan semangat profesionalisme dan integritas mewujudkan kepolisian modern, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Atas kontribusinya di sektor budidaya perikanan, Yudha juga mendapatkan penghargaan dari Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FP2TPK) Indonesia ketika didaulat sebagai pembicara utama pada pertemuan nasional ke-2 FP2TPK Indonesia di ULM pada 6 November 2025.
Kemudian pada 11 November 2025, Yudha menerima anugerah Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri sebagai bentuk penghormatan atas jasa yang diberikan melampaui panggilan kewajiban dalam mengemban tugas.
Junjung kearifan lokal
Jalan panjang pengabdian Yudha sebagai lulusan Akpol 1992 memang tidak bisa dilepaskan dari Polda Kalsel.
Tercatat dia pernah menjabat Kapolres Kotabaru di tahun 2011 dan Kabid Propam Polda Kalsel tahun 2013.
Setelah sempat ke Polda lain hingga Mabes Polri, dia kembali di Desember 2022 untuk menjadi Wakapolda Kalsel.
Hampir dua tahun menjadi orang nomor dua, akhirnya polisi kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini mendapatkan promosi sebagai Kapolda Kalsel.
Pelan tapi pasti, Yudha yang memegang tongkat komando menunjukkan kapasitas dan kapabilitasnya memimpin.
Dia sepertinya tahu betul karakteristik masyarakat yang dihuni beragam latar belakang dengan penduduk asli Suku Banjar dan Suku Dayak.
Budaya Banjar dengan nilai-nilai keislaman kuat sangat memengaruhi tradisi keseharian perilaku masyarakat.
Dari sini, Yudha menyadari religiusitas jadi hal paling tepat menggambarkan bagaimana masyarakat menjalani seluruh aspek kehidupan, mulai sikap, perkataan, hingga pengambilan keputusan.
Alhasil, Yudha punya prinsip menjunjung tinggi kearifan lokal dalam setiap langkahnya.
Prinsip ini terbukti tepat. Dalam keputusan penting, Yudha berhasil mengatasi berbagai dinamika potensi gangguan keamanan.
Contoh paling menonjol hingga menjadi antitesa ketika peristiwa unjuk rasa disertai kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025.
Berbeda dengan daerah lain yang cenderung terjadi aksi anarkis hingga merenggut korban jiwa, di Kalsel justru sebaliknya.
Aksi besar-besaran ribuan massa mahasiswa yang bergabung bersama driver ojek online dan aktivis di depan gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin pada 1 September 2025 berlangsung sejuk. Tidak ada kericuhan, yang terjadi hanya penyampaian aspirasi damai dan akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.
Bahkan banyak dari mahasiswa memunguti sampah setelah orasi. Jalan Lambung Mangkurat yang menjadi pusat berkumpulnya massa kembali bersih seperti tidak meninggalkan jejak dari banyaknya orang berkumpul.
Yudha selaku Kapolda memimpin langsung pengamanan di lapangan bersama Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus.
Situasi begitu cair dan terkendali, aparat menunjukkan kemampuan membaca isu dengan tepat.
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik ULM Dr Taufik Arbain menilai Kapolda Yudha memahami karakteristik sosial hingga mampu menciptakan suasana kondusif untuk penyampaian aspirasi.
Para Tuan Guru sebagai tokoh agama yang sangat dihormati juga digandeng memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Salah satu tokoh agama yang kala itu menyerukan kedamaian adalah Haji Adam Noor Syarkawi atau dikenal dengan sebutan Guru Adam.
Pendiri Pendopo Azzahra Syech Muhammad Arsyad Al Banjari ini mengajak seluruh masyarakat bisa mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi di Jakarta agar tidak mudah dipecah belah.
Guru Adam memang kerap diajak Yudha berdiskusi. Di berbagai kesempatan, Yudha senantiasa meminta petuah dari para ulama agar mendapatkan pandangan luas dalam setiap pengambilan keputusan.
Kawal 3 juta jamaah
Salah satu momen besar di Kalsel adalah pelaksanaan haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Kota Martapura, Kabupaten Banjar yang setiap tahunnya dihadiri banyak sekali jamaah.
Ketika haul ke-20 pada Minggu, 5 Januari 2025 lalu, Polda Kalsel mengerahkan 1.500 personel untuk pengamanan.
Yudha menyebut jamaah yang hadir kala itu diperkirakan mencapai 3 juta orang dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan dan provinsi lainnya hingga luar negeri.
Bahkan berdasarkan data provider telepon seluler yang aktif di Kota Martapura dan sekitarnya saat hari H ada 4,1 juta.
Yudha mengakui selama dia berdinas, dirinya tidak pernah menemui acara sebesar haul Guru Sekumpul.
Bahkan melebihi jumlah jamaah haji yang berkumpul dari seluruh dunia di Makkah, Arab Saudi yang pada tahun 2025 sebanyak 1,6 juta.
Meski jamaah yang datang sangat banyak, tapi Yudha justru takjub dengan kelancaran acara tanpa insiden gangguan keamanan lantaran semua orang begitu tertib dengan perasaan lapang yang katanya karena panggilan hati untuk datang.
Berbagai tugas pokok kepolisian dan kegiatan lainnya dalam mendukung program pemerintah dan aktivitas masyarakat terus dilaksanakan oleh Yudha selaku insan Bhayangkara.
Tanggung jawab besarnya sebagai Kapolda diemban dengan baik hingga saat ini.
Kerja cerdas dan ikhlas, itulah yang selalu digelorakannya kepada seluruh anggota dengan harapan setiap langkah dalam pengabdian bisa terasa ringan dijalani.
Tindak pidana dapat ditekan berkat masyarakat hidup sejahtera buah dari kerja bersama mengawal Kalimantan Selatan senantiasa damai dan nyaman untuk ditinggali.
