Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengingatkan kepada seluruh tenaga kesehatan untuk mengaktifkan kembali program pos pelayanan terpadu di setiap desa sebagai salah satu upaya penanganan kasus stunting di daerah itu.
"Saya minta mulai tahun ini seluruh program posyandu di setiap desa harus berjalan optimal," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat ditemui awak media usai rakor stunting di Desa Kalora, Sigi, Kamis.
Posyandu dapat menjadi salah satu upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sigi.
"Posyandu ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, terutama ibu hamil bayi, balita dan anak-anak, sehingga perlunya pengaktifan kembali posyandu secara terstruktur," ucapnya.
Selama tiga tahun terakhir sejak 2021 hingga 2023 angka stunting di Sigi turun, tetapi untuk 2024 mengalami kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.
Terdapat lima daerah di Sulteng mengalami kenaikan kasus stunting pada 2024 yakni Buol 36,9 persen, Sigi 33,0 persen, Banggai Kepulauan menjadi 28,4 persen, Banggai Laut 26,6 persen, dan Kota Palu 25,6 persen.
