Denpasar (ANTARA) - Tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Indonesia Healthcare Corporation (IHC), InJourney Aviation Sevices (IAS), dan Bank Mandiri berkolaborasi menghadirkan wisata medis terpadu di Bali International Hospital (BIH). Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur.
“Kami membangun bersama ekosistem BUMN yang berada di dalam Danantara, ini fondasi Indonesia membangun integrasi layanan bisnis baru wisata medis,” kata Direktur Komersial Pertamina Bina Medika IHC Harmeni Wijaya di Denpasar, Jumat.
Harmeni menjelaskan, kerja sama tiga entitas ini berangkat dari visi pemerintah untuk menarik WNI yang kerap melakukan pengobatan di luar negeri agar mendapat layanan di tanah air.
BIH kemudian hadir di KEK Kesehatan Sanur, dimana IHC mengelola rumah sakit internasional tersebut sesuai standar global, lengkap dengan menghadirkan dokter dari negara-negara yang menjadi pilihan WNI dalam wisata medis selama ini.
Namun, untuk bersaing dengan rumah sakit di luar negeri, Bali International Hospital akhirnya mengembangkan layanan wisata terpadu, dimana pasien akan mendapat layanan mudah dan nyaman sejak awal pengobatan.
Baca juga: KEK Sanur dan BIH Bali hadirkan layanan kesehatan berkualitas merata
“Supaya bisa dibandingkan dengan kompetitor di luar negeri perlu ada kemudahan, kami dapat dukungan dari IAS dan Bank Mandiri, pasien yang berobat mendapat layanan paripurna, lebih terintegrasi mulai dari janji temu mudah, transportasi yang lebih baik terkurasi dari bandara, sampai dengan pembayaran mudah dan keuntungan finansial lainnya,” ujar Harmeni.
Tak berhenti di sini, BIH KEK Kesehatan Sanur memandang ke depan kerja sama dengan perusahaan BUMN lainnya sangat dimungkinkan guna menjangkau lebih banyak orang.
Direktur Komersial InJourney Aviation Sevices (IAS) Muchdian Muchlis menambahkan, dari pihaknya sendiri pada paket wisata medis terpadu akan berperan sejak awal kedatangan pasien.
“Peran kami dimulai dari sebelum penumpang menaiki pesawat, di sisi ini IAS kolaborasi dengan BIH sejak sebelum tiba di Bali, kemudian saat datang, setelah pengobatan, hingga selesai kembali,” kata dia.
IAS mengajak dua BUMN lainnya itu aktif memantau perkembangan paket wisata medis terpadu ini setidaknya selama dua bulan untuk tau seperti apa evaluasinya.
Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri Budi Purwanto meyakini kolaborasi ini akan mendatangkan hasil maksimal.
Jika dihitung setiap tahun ada 2 juta WNI berobat ke luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, dimana mereka menyumbang devisa hingga Rp160 triliun untuk negara-negara tersebut.
engan layanan optimal di rumah sakit internasional yang terletak di jantung pariwisata Indonesia yaitu Bali, ia meyakini tak hanya WNI namun wisman juga akan datang berobat.
Yang menjadi tugas mereka saat ini adalah kampanye mengenalkan layanan wisata medis terpadu tersebut dengan memanfaatkan jejaring masing-masing.
“Yang perlu dilakukan adalah kampanye supaya makin banyak orang berobat ke BIH jadi devisanya tetap disini, kita bisa berikan layanan yang lebih baik sehingga orang datang ke sini tidak hanya ingin berobat tapi wisata,” kata Budi.
Baca juga: Perhelatan Sanur Bali International Half Marathon perkuat sport tourism
Baca juga: BIH KEK Sanur bantu pasien lewat asuransi
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026