Denpasar (ANTARA) - Bali International Hospital (BIH) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur mulai membangun kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan.
Chief of Commercial & Operations Bali International Hospital Noel Yeo di Denpasar, Sabtu, mengatakan kerja sama yang dibangun bertujuan untuk membantu pasien utamanya masyarakat Indonesia yang merupakan sasaran mereka dalam menerima kemudahan pembiayaan di rumah sakit bertaraf internasional.
“Kerja sama ini langkah strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan bertaraf internasional di Indonesia khususnya di Bali, kami berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lengkap dan nyaman termasuk dalam hal kemudahan administrasi dan akses pembiayaan,” kata dia.
Noel Yeo melihat ada visi yang sama antara rumah sakit anak usaha dari perusahaan BUMN ini dengan perusahaan-perusahaan asuransi.
Dimana, perusahaan asuransi ingin memberi perlindungan kesehatan terbaik bagi nasabahnya, dan Bali International Hospital ingin masyarakat Indonesia merasakan pengalaman berobat di rumah sakit unggul tanpa perlu ke luar negeri.
“Dengan teknologi medis mutakhir, keahlian global, dan sentuhan lokal khas Bali, kami percaya bahwa penyembuhan kini bisa dirasakan lebih dekat, tenang, dan bermakna, tanpa harus pergi jauh ke luar negeri,” ujarnya.
Pemerintah sendiri menargetkan KEK Kesehatan Sanur menggali potensi sektor pariwisata kesehatan, dimana lewat rumah sakit ini masyarakat yang ingin berobat keluar negeri berkurang bahkan mendorong arus balik devisa melalui health tourism inbound.
Noel Yeo mengingatkan setiap tahunnya satu juta warga Indonesia berobat ke luar negeri dengan alasan fasilitas yang lebih lengkap, pelayanan yang lebih cepat dan sesuai harapan.
Baca juga: MSIG Life bayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia Rp257 miliar
Baca juga: Tantangan finansial BPJS Kesehatan
