Bandung (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan alasan dirinya memberikan sambutan secara tertutup dari awak media dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, karena tak ingin soal sains dipolitisasi.
Saat menghadiri KSTI 2025 di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis, Presiden Prabowo yang menjadi pembicara mempersilakan awak media keluar, sebelum ia memberikan sambutan kepada ratusan audiens di gedung tersebut, serta di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih.
"Biar lebih bebas, jangan dipelintir, jangan dipolitisasi. Ini kan kita bicara ilmu. Kita bicara sains, teknologi," kata Presiden Prabowo saat memberikan keterangan kepada media usai menghadiri KSTI 2025 di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis.
Kepala Negara menegaskan bahwa Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2025 merupakan ruang ilmiah yang harus dijaga dari politisasi.
Oleh karenanya, Presiden menilai sambutan yang disampaikannya secara tertutup itu dimaksudkan agar para peserta dapat berdiskusi lebih leluasa dan substantif, tanpa kekhawatiran akan distorsi atau penggiringan opini publik.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap Presiden Prabowo yang ingin menjaga kemurnian forum-forum ilmiah dari kepentingan politik praktis.
KSTI 2025 merupakan ajang strategis yang mempertemukan para ilmuwan, akademisi, pelaku industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai sektor prioritas nasional.
