Tanjung Pandan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan kawasan wisata estetik dan representatif di Pantai Tanjungpendam guna menjaga keindahan alam dan budaya lokal.

"Pantai Tanjungpendam dirancang sebagai suatu kawasan wisata yang estetik dan representatif," kata Bupati Belitung Djoni Alamsyah di Tanjungpandan, Rabu.

Dipilihnya Pantai Tanjungpendam sebagai kawasan estetik kata dia, karena menjadi salah satu zona pengembangan infrastruktur perkotaan di daerah itu lewat program National Urban Development Project (NUDP)

‎NUDP adalah program strategis Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Dunia untuk transformasi perkotaan terpadu dan berkelanjutan.

"Saya melihat perkembangan transformasi ekonomi berasal dari perkotaan," jelasnya.

Baca juga: Polda Babel intensifkan patroli pengamanan di berbagai objek wisata
Baca juga: Pemkab Bangka Barat ajak masyarakat bangun pariwisata
Baca juga: Pemkab Bangka Barat bersama perusahaan kembangkan obyek wisata Teluk Rubiah Mentok


Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur  perkotaan di daerah itu dibagi dalam empat zona mulai dari zona satu sampai zona empat, dengan luas masing-masing zona berkisar antara 50-70 hektare.

‎"Desain pengembangan sudah kami sampaikan kepada Bank Dunia, saat ini kami menginginkan hasil dari desain yang kami sampaikan ke Bank Dunia bisa kita implementasi dalam bentuk fisik, secara desain sudah selesai sekarang kami bicara soal pendanaan," katanya.

Menurut dia, konsep pengembangan kawasan wisata pantai Tanjungpendam dalam desain tersebut cukup representatif.

‎Bupati menjelaskan khusus di kawasan wisata pantai Tanjungpendam nantinya dilengkapi kawasan komersil perhotelan, jogging track, pusat kuliner, panggung teater, dan zona-zona pelabuhan rakyat.

‎"Kami berharap usulan ini disetujui dan di 2026 sudah bisa dilaksanakan pembangunan," ujarnya.


 



Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026