Jakarta (ANTARA) - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah seiring potensi kenaikan inflasi Amerika Serikat.
“Rupiah diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh antisipasi naiknya inflasi AS yang dimana datanya kan dirilis malam ini,” katanya kepada Antara di Jakarta, Selasa.
Inflasi AS diprediksi naik 0,3 persen dibanding bulan lalu yang membawa inflasi year on year (YoY) meningkat 2,4 persen menjadi 2,7 persen.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan berkisar Rp16.200-Rp16.300 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan pada Selasa pagi di Jakarta melemah 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.271 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.250 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah melemah seiring Trump tak tunda penerapan tarif ASBaca juga: Rupiah diprediksi masuk area konsolidasi Rp16.200 per dolar AS
