Istanbul (ANTARA) - Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada Rabu (9/7) malam menyatakan setuju untuk membebaskan 10 warga Israel yang mereka sandera sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Mereka mengatakan terus berusaha memastikan putaran perundingan yang sedang berlangsung "mencapai kesepakatan komprehensif yang mengakhiri agresi" Israel terhadap rakyat Palestina, menjamin masuknya bantuan kemanusiaan dengan aman, dan "meringankan penderitaan yang kian parah di Jalur Gaza."
"Gerakan ini (Hamas) telah menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan dan menyetujui pembebasan 10 tahanan," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Meski begitu, sejumlah isu krusial masih dibahas, termasuk aliran bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan konkret atas terciptanya gencatan senjata secara permanen.
Pernyataan Hamas itu belum ditanggapi oleh Israel.
Delegasi Hamas dan Israel masih melanjutkan perundingan di Doha, Qatar, untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Inggris ancam Israel jika gencatan senjata gagal
Baca juga: Buntu, sesi pertama negosiasi tidak langsung gencatan senjata Israel-Hamas
