Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kegiatan Waisak 2025 di Candi Borobudur, mengatakan bahwa warisan dunia ini tidak hanya tempat wisata melainkan dapat menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang ada di Indonesia
"Borobudur sebagai warisan budaya kebanggaan bangsa Indonesia, ketika awal ditemukannya merupakan sebuah death monument, namun demikian seiring waktu, Borobudur memiliki wajah barunya sebagai living monument," kata Menbud, Fadli Zon melalui keterangan resminya, Selasa.
Sejalan dengan Waisak pada tahun ini yang mengangkat tema "Tingkatkan Pengendalian Diri Dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia".
Tema besar pada Waisak dipilih karena dianggap memiliki relevansi besar bagi kehidupan, yakni peperangan dan konflik yang terjadi akhir–akhir ini merupakan akar dari kebencian yang menjurus pada penderitaan semua makhluk.
Menurut dia, nilai-nilai agung yang terkandung dalam kemegahan candi Borobudur, dapat memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara ini.
Baca juga: Umat Buddha ikuti Waisak 2569 BE di Borobudur
Baca juga: Candi Borobudur targetkan 76.000 pengunjung pada masa libur Lebaran 2025
