Pontianak (ANTARA) - Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kalimantan Barat, yang juga Wakil Ketua Komisi VII, Chusnunia Chalim, menyoroti kinerja Lrmbaga Kantor Berita Nasional yang dinilai telah menunjukkan efisiensi serta kesesuaian antara anggaran dan realisasi.
"Antara memiliki kredibilitas tinggi di luar negeri dan menjadi sumber informasi utama bagi media nasional dan daerah serta internasional," kata Chusnunia di Pontianak, Rabu.
Dalam pertemuan dengan perwakilan LKBN Antara Biro Kalimantan serta Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan Lrmbaga Penyiaran Publik RRI Stasiun Pontianak itu, Chusnunia menekankan pentingnya peran Antara di tengah dinamika industri media yang sarat kepentingan.
Oleh karena itu Antara harus tetap menjaga standar informasi negara yang berkualitas
Sejak 2021, capaian realisasi anggaran LKBN ANTARA terus meningkat dan stabil hingga 2023. Rata-rata capaian sepanjang periode tersebut mencapai 97,3 persen, menunjukkan efisiensi dan perencanaan anggaran yang baik. Beberapa produk layanan umum (PSO) yang mencapai target meliputi Teks Hardnews, Berita TV Feature, Berita TV Hardnews, Infografis, Photostory, dan Podcast.
Namun, beberapa produk masih menghadapi tantangan dalam pencapaian target, seperti Teks Artikel, yang hanya mencapai 82,41 persen dari target dengan kekurangan 299 unit, serta Berita Foto, yang mencapai 97,31 persen dengan defisit 484 unit.
Pada tahun 2025, LKBN ANTARA tidak mengalami pemangkasan anggaran dan tetap menargetkan pendapatan sebesar Rp547,99 miliar, termasuk penugasan PSO sebesar Rp184,62 miliar.
Baca juga: Komisi VII DPR tinjau kinerja Antara, TVRI, dan RRI Jawa Barat
Baca juga: Komisi VII DPR tinjau kinerja lembaga penyiaran di Kalbar