Bekasi (Antara Megapolitan) - Olahraga seni pernafasan Satria Nusantara bertekad akan kembali mempopulerkan kegiatan tersebut kepada masyarakat di Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan melibatkan peran pemerintah daerah.
"Pada era 1990-an, kegiatan kami sempat mencapai puncaknya dengan jumlah peserta aktif mencapai 2.000 hingga 3.000 orang di Kota Bekasi. Tapi sekarang tercatat hanya 50-an peserta saja yang aktif," kata Ketua Satria Nusantara Kota Bekasi Herfian di Bekasi, Rabu.
Menurut dia, organisasi yang telah terbentuk sejak 27 tahun lalu itu telah mengalami pasang surut peserta akibat sejumlah faktor.
Faktor yang dirasa paling dominan, kata Herfian, adalah ketiadaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan untuk mengakomodasi kebutuhan para pesertanya.
"Awalnya kami berdiri di Gelanggang Olahraga (GOR) Lapapangan Basket Kota Bekasi pada 1987. Tapi pada 2012 kami keluar karena ada rehabilitasi GOR oleh pemerintah daerah," katanya.
Para peserta pun terpaksa berpindah tempat ke Alun-Alun Kota Bekasi berikut kesekretariatannya Perumnas 2 Bekasi Selatan.
"Di alun-alun ini kita menempati lahan kapling, sehingga kalau ada kegiatan lain, kami terpaksa mundur. Standarnya bisa di pasir atau di rumput. Tapi sekarang kami pakai alas benton yang kerap membuat kami peserta lecet," katanya.
Dikatakan Herfian, situasi itu telah mempengaruhi minat para peserta dalam menjalani pelatihan seni pernafasan yang menggabungkan sejumlah teknik gerakan dasar mulai dari Yoga, Thai Chi, hingga Kungfu.
"Kagiatan kami merupakan gabungan ilmu pernafasan dan kesehatan. Ada tiga unsur yang mempengaruhinya, yakni nafas, gerak dan fikir, hasilnya memperoleh indra keenam yaitu kebugaran," katanya.
Dikatakan Herfian, keilmuan itu saat ini sudah diwadahi oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) di bawah binaan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Bekasi.
"FORMI Bekasi telah dibentuk sejak 2012. Saat ini prosesnya dalam tahap pembentukan kepungursan kedua yang segera dilantik pada akhir 2016," katanya.
Keterlibatan pemerintah daerah dalam memberikan pendampingan serta pembinaan terhadap olahraga seni pernafasan yang berpusat di Yogyakarta itu sangat dibutuhkan pihaknya.
"Sebelumnya kami merasa seperti anak ayam yang hilang induknya. Tapi sekarang sudah kami daftarkan ke FORMI dan sedang menunggu pengukuhan pengurus baru," katanya.
Organisasi olahraga yang memiliki moto "Sembuh, Sehat, Saudara" itu optimistis keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi tempat beraktivitas akan dapat mempopulerkan kembali Satria Nusantara di Kota Bekasi.
"Berikan sekretariat serta ruang berlatih yang representatif untuk mendukung program pemerintah dalam menyehatkan masyarakatnya agar kami juga bisa tenang berkegiatan dan tidak digusur lagi," demikian Herfian.
Satria Nusantara Bertekad Kembali Populer Di Bekasi
Rabu, 30 November 2016 17:33 WIB
Olahraga Seni Pernafasan Satria Nusantara berlatih di Alun-Alun Kota Bekasi. (Humas Satria Nusantara).
Sebelumnya kami merasa seperti anak ayam yang hilang induknya. Tapi sekarang sudah kami daftarkan ke FORMI dan sedang menunggu pengukuhan pengurus baru
