Tim SAR Siaga Antisipasi Banjir Bandang Susulan
Sukabumi, 11/4 (ANTARA) - Badan Search and Rescue Daerah Kabupaten Sukabumi masih disiagakan di lokasi banjir bandang di Dermaga I Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan karena hujan deras.
"Kami masih siaga di lokasi banjir bandang Dermaga I PPNP, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, khawatir terjadi banjir bandang susulan mengingat hujan deras yang turun sejak sore," kata Ketua Basarda Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada wartawan, di Sukabumi, Rabu.
Menurutnya, potensi terjadinya banjir bandang cukup tinggi jika hujan deras terus mengguyur wilayah Palabuhanratu.
Dari pantauan pihaknya, banjir ini disebabkan oleh air yang mengalir dari Gunung Sumbing ke Sungai Dermaga.
"Maka dari itu, kami mengimbau kepada pedagang di pasar kaget untuk waspada dengan potensi banjir bandang susulan," tambahnya.
Di sisi lain, pihaknya memberhentikan sementara percarian terhadap korban banjir bandang yang hilang terseret arus.
Namun, dikatakan Okih sampai saat ini belum ada laporan adanya keluarga yang merasa kehilangan anaknya, karena dari informasi yang beredar, korban terseret arus tersebut merupakan anak lelaki berusia 7-8 tahun.
Ia mengatakan, jika dalam tiga hari tidak ada laporan dan pencarian korban masih tetap nihil maka pencarian pun akan dihentikan selamanya karena dipastikan itu hanya isu saja.
"Pada hari ini kami melakukan pencarian hanya di sekitar kolam Dermaga I PPNP, karena dari informasi korban terbawa arus hingga ke laut," kata Okih.
Banjir yang terjadi pada Senin (10/4) malam itu merusak 35 stand pedagang pasar kaget dan kerugiannya mencapai miliaran rupiah.
Alat berat dan TNI diturunkan untuk membersihkan lumpur yang masih menggenangi lokasi pasar kaget dan membersihkan puing-puing gerai yang rusak tersapu banjir tersebut.
"Kami merugi sangat besar tidak ada yang bisa diselamatkan, saya memiliki 14 stand, kerugian dari setiap 'stand' mencapai Rp300 juta, jika ditotalkan seluruhnya pedagang yang dagangannya terbawa hanyut mencapai miliaran rupiah," kata Yeni Indriani salah satu pedagang yang menjadi korban banjir bandang.
Foto: Situasi lokasi banjir bandang di Palabuhanratu Sukabumi
Aditya/ANTARA
