Sukabumi, 22/3 (ANTARA) - Bencana alam pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi tepatnya di Kecamatan Curugkembar terus meluas yang awalnya hanya satu desa saja tetapi saat ini menjadi dua desa, dan kerusakan rumah pun terus bertambah.
"Bencana alam pergerakan tanah terus meluas saat ini menjadi dua desa yang dilanda bencana ini yang awalnya hanya Desa Cimenteng tetapi sekarang ini Desa Bojong Tugu juga terkena imbas dari bencana alam ini," kata Kepala Bidang Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada pers, Kamis.
Namun, kerusakan rumah yang paling banyak ditemukan di Desa Cimenteng yang jumlahnya mencapai 350 unit untuk di Desa Bojong Tugu dari laporan sementara rumah yang rusak hanya 5 unit saja. Menurutnya, kerusakan ini disebabkan oleh pergerakan tanah Gunung Sapu yang menyebabkan longsor sehingga muatannya menimpa rumah warga yang ada di bawahnya.
"Kami masih melakukan pendataan dan rencana ada beberapa warga yang rumah rusak berat diungsikan sementara ke tenda darurat pengungsian dan kami pun mendirikan posko utama di Kantor Kecamatan Curug Kembar," tambahnya.
Kepala Desa Cimenteng, Samsun mengatakan ada sedikitnya 337 rumah di dua kedusunan yakni Kedusunan Ciawi Tali dan Cementeng rusak akibat pergerakan tanah ini. "Jumlah rumah yang rusak akan terus bertambah karena kondisi tanah yang semakin labil akibat turun hujan lebat," kata Samsun.
Sementara itu, Komandan Kodim 0607 Sukabumi, Letkol (Inf) Mukhlis menambahkan, untuk membantu warga pihaknya menurunkan ratusan personel TNI di beberapa titik lokasi bencana.
"Personel kami ini disiagakan untuk mengantisipasi bencana yang lebih besar di daerah tersebut dan untuk meminimalisir kerugian dan korban," tambahnya.
Aditya
Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas
Kamis, 22 Maret 2012 17:54 WIB
Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas
pergerakan-tanah-di-sukabumi-meluas
