Kabupaten Bogor (ANTARA) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuka akses jalan sepanjang 5,2 kilometer untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pelosok.
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade saat pembukaan TMMD ke-128, Rabu, menjelaskan, program yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama TNI Angkatan Darat itu dipusatkan di Desa Banyuasih dan menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur melalui TMMD sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam membuka konektivitas antarwilayah dan mempercepat aktivitas ekonomi warga.
“Kami sangat terbantu oleh TNI, bukan hanya dalam membuka akses infrastruktur antar desa dan kecamatan, tetapi juga dalam penanganan dampak bencana alam. Sinergi ini juga melibatkan Polri dan telah ditetapkan melalui keputusan Bupati Bogor,” ujarnya.
Ia menjelaskan pembangunan jalan tersebut merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah membuka akses dari wilayah Rumpin hingga Cigudeg. Menurutnya, manfaat pembangunan itu kini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat kini lebih mudah beraktivitas. Petani membawa hasil panen, anak-anak sekolah juga lebih mudah menjangkau akses pendidikan. Dulu jalan ini sangat sulit dilalui,” katanya.
Selain pembukaan jalan, Jaro Ade juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan TMMD melalui semangat gotong royong.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto mengatakan TMMD ke-128 merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan sasaran fisik program ini meliputi pembukaan jalan sepanjang 5,2 kilometer dengan lebar tiga meter yang menghubungkan Desa Tegallega dan Desa Banyuasih.
Selain itu, dilakukan pembangunan lima unit rumah tidak layak huni (rutilahu), lima unit MCK, rehabilitasi mushola, penanaman 1.000 pohon, serta pengembangan lahan ketahanan pangan seluas satu hektare.
Adapun sasaran nonfisik mencakup berbagai kegiatan pelayanan masyarakat seperti pengobatan gratis, donor darah, penyuluhan UMKM, edukasi Posyandu, hingga pengenalan alat kontrasepsi.
“Pemeriksaan kesehatan gratis ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara langsung,” kata Rizal.
Ia menambahkan, program TMMD juga menghadirkan pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga subsidi guna membantu meringankan beban masyarakat.
Melalui TMMD ke-128 ini, pemerintah berharap tidak hanya tercipta pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat serta semakin kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026