Depok (ANTARA) - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Jawa Barat, menghadirkan layanan mobil keliling konsultasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus pajak tanpa harus datang ke kantor. 

"Program ini menjadi solusi bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu sekaligus mendekatkan layanan pemerintah langsung ke lingkungan masyarakat," kata Kepala BKD Kota Depok, Nuraeni Widayatti, di Depok, Jumat.

Ia mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memberikan kemudahan akses pelayanan pajak.

“Melalui mobil konsultasi keliling, kami ingin memberikan kemudahan bagi warga dalam mengakses layanan konsultasi pajak tanpa harus datang ke kantor,” ujar dia.

Baca juga: BKD Depok berikan diskon 5 persen pembayaran PBB-P2
Baca juga: BKD Depok distribusikan SPPT PBB-P2 senilai Rp605 miliar

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan berfokus pada konsultasi seputar PBB-P2 maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), mulai dari pendaftaran objek pajak, balik nama, pemecahan objek pajak, hingga pengajuan keberatan atau pengurangan pajak.

Selain itu, masyarakat juga akan dipandu oleh petugas untuk melakukan pembayaran pajak secara daring melalui e-banking, e-wallet, dan marketplace.

“Untuk menjangkau lebih banyak warga, mobil keliling dijadwalkan hadir di 11 kecamatan. Informasi jadwal dan lokasi dapat diakses melalui akun Instagram resmi BKD Kota Depok,” katanya menjelaskan.

Baca juga: BKD Depok berikan insentif bagi masyarakat taat pajak PBB-P2

“Pelayanan kami laksanakan setiap Senin hingga Kamis, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di sejumlah titik Kota Depok,” katanya menambahkan.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal, terutama dalam menyelesaikan persoalan perpajakan yang membutuhkan pendampingan langsung.

“Dengan hadirnya mobil keliling konsultasi PBB-P2, diharapkan pelayanan pajak semakin mudah, cepat, dan menjangkau seluruh wilayah,” katanya.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026