Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memandang perlunya evaluasi pelaksanaan praktik-praktik dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.
"Kami mendorong institusi pendidikan untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan praktik-praktik dalam kegiatan belajar mengajar serta memberikan batasan dan panduan yang jelas dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan anak," kata Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Hal itu dikatakannya menanggapi kasus anak SMP yang tewas akibat terkena ledakan senjata api rakitan di Kabupaten Siak, Riau.
Pihaknya pun menyayangkan guru yang tidak sepenuhnya membimbing dan mengarahkan anak dalam mengembangkan kreativitas mereka.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk senantiasa membimbing dan mengarahkan anak dalam proses pengembangan kreativitasnya," kata Indra Gunawan.
Baca juga: Dorong partisipasi perempuan, KemenPPPA soroti penguatan ekonomi perawatan
KemenPPPA mendukung proses hukum kasus ini agar tetap berjalan sesuai peraturan perundangan yang berlaku agar kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa serupa.
Sebelumnya, terjadi insiden ledakan di SMP swasta di Kabupaten Siak, Riau, yang menewaskan seorang siswa laki-laki berinisial MA (15), Rabu (8/4).
Peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan, yang kemudian terjadi ledakan dan menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.
Awalnya korban dan teman-temannya diberikan tugas oleh guru mata pelajaran sains untuk membuat alat sains.
Korban bersama teman-temannya kemudian membuat alat yang menyerupai senapan.
Baca juga: KemenPPPA pantau implementasi pembatasan akses
Alat tersebut diketahui telah beberapa kali diuji coba di rumah dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Rencana awal, alat tersebut akan diserahkan kepada guru pada Rabu (8/4), namun karena guru yang bersangkutan sedang bertugas mengawasi TKA di sekolah lain, penyerahan ditunda.
Sebelum penyerahan, korban berinisiatif melakukan uji coba di sekolah.
Namun nahas, ketika korban melakukan uji coba alat, terjadi letusan yang mengenai bagian kepala sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Pewarta: Anita Permata DewiEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026