Jakarta (ANTARA) - Organisasi masyarakat Jaga Nusantara Bersama (Jagatara) meluncurkan Gerakan Nasional Edukasi Anti-Disinformasi sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan sosial dan menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya arus informasi digital.

Peluncuran gerakan ini disampaikan dalam momentum Halalbihalal Nasional Jagatara yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Jagatara, Jakarta Selatan,  dengan dihadiri jajaran pengurus pusat serta perwakilan daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua Jagatara DKI Jakarta, Deni Rafli dalam keterangannya, Minggu, menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekonomi, tetapi juga pada disrupsi informasi yang berpotensi memicu polarisasi sosial.

“Disinformasi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap persatuan bangsa. Karena itu, Jagatara mengambil langkah konkret melalui edukasi publik yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan,” ujar Deni.

Melalui gerakan ini, Jagatara akan menjalankan sejumlah program strategis yang mencakup edukasi literasi digital berbasis komunitas, pembentukan relawan anti-hoaks di berbagai daerah, penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan, serta pelaksanaan kampanye nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk provokasi digital.

Deni juga menyampaikan pesan Ketua Dewan Pembina Jagatara, Agus Andrianto, yang menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika sosial.

“Kita tidak boleh memberi ruang bagi informasi yang memecah belah. Persatuan bangsa adalah fondasi utama pembangunan, dan seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menjaganya,” ujar Deni, mengutip pesan Agus Andrianto.

Menurut Deni, peluncuran gerakan ini juga merupakan bagian dari komitmen Jagatara dalam mengawal implementasi program-program strategis pemerintah agar dapat berjalan efektif hingga ke tingkat masyarakat.

“Dukungan terhadap pemerintah harus diwujudkan dalam aksi nyata. Jagatara siap berperan aktif memastikan program-program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ketua Umum Jagatara, Edy Koesriadi, menambahkan bahwa momentum Halalbihalal tahun ini menjadi titik konsolidasi penting untuk memperkuat arah gerakan organisasi.

“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh elemen Jagatara dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Jagatara dari berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, Riau, Aceh, dan wilayah lainnya, yang mencerminkan kuatnya jaringan organisasi dalam mendukung agenda nasional berbasis masyarakat.

Dengan peluncuran gerakan nasional ini, Jagatara optimistis dapat berkontribusi lebih luas dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung keberhasilan program pembangunan nasional.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026