Jakarta (ANTARA) - Platform marketplace Toco.id menggandeng perusahaan logistik J&T Express untuk memperkuat ekosistem e-commerce yang lebih ramah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Toco Seller Academy di Tangerang.

Founder & CEO Toco Arnold Sebastian Egg mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan seller untuk meningkatkan kemampuan berjualan secara daring sekaligus membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

"Kita selalu bertanya kepada seller terlebih dahulu apa yang mereka perlukan untuk bisa berjualan lebih mudah dan membangun bisnis yang lebih sehat. Dari masukan mereka itulah fitur-fitur dan program yang kita hadirkan," kata Arnold dalam kegiatan Toco Seller Academy, Rabu.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan tatap muka, tetapi juga dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan dalam komunitas khusus yang melibatkan para peserta.

Menurut Arnold, pendekatan tersebut dilakukan agar para seller dapat menyampaikan berbagai kendala maupun kebutuhan yang mereka hadapi secara langsung kepada tim Toco.

"Kami ingin benar-benar mendampingi mereka. Setelah acara ini, para seller akan masuk ke grup komunitas sehingga komunikasi bisa terus berjalan. Jika ada kendala atau kebutuhan tertentu, mereka bisa langsung menyampaikannya kepada kami," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, para peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi penjualan daring serta diskusi mengenai tantangan industri e-commerce yang berkembang semakin kompetitif.

Marketplace Expert yang dikenal dengan nama Om Botak menilai banyak seller saat ini masih terlalu bergantung pada lalu lintas pengunjung atau traffic yang disediakan marketplace sehingga belum terbiasa membangun basis pelanggan secara mandiri.

"Seller marketplace sekarang sudah terlalu nyaman dengan traffic yang diberikan platform. Akibatnya mereka tidak terbiasa membangun traffic sendiri maupun memiliki database pelanggan sendiri," katanya.

Ia menilai model bisnis yang dikembangkan Toco dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha karena memberikan ruang lebih besar bagi seller untuk membangun hubungan langsung dengan pelanggan tanpa terbebani biaya yang tinggi.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem tersebut juga datang dari J&T Express sebagai mitra logistik strategis Toco.

Marketing Manager J&T Express Albertus Stefan mengatakan pihaknya melihat konsep yang dibawa Toco sebagai inovasi yang dapat membantu pertumbuhan UMKM di tengah persaingan industri perdagangan digital.

"Sebagai perusahaan logistik, kami tentu mendukung setiap upaya yang bisa mendorong UMKM bertumbuh dan meningkatkan daya beli masyarakat," kata Albertus.

Ia menambahkan J&T Express akan terus mendukung pengembangan ekosistem yang melibatkan seller, platform, dan pembeli agar manfaat pertumbuhan bisnis dapat dirasakan seluruh pihak.

Sementara itu, Toco mencatat jumlah seller yang bergabung di platform tersebut saat ini mendekati 300 ribu dengan jutaan produk yang telah terdaftar.

Melihat tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana, Toco berencana menjadikan Seller Academy sebagai program rutin bulanan yang akan diperluas ke berbagai kota di Indonesia, termasuk wilayah tier 2 dan tier 3 yang dinilai membutuhkan lebih banyak dukungan dalam transformasi digital.

"Harapan saya sederhana, mereka memiliki pilihan yang lebih baik untuk berjualan. Karena pada akhirnya yang paling penting adalah membantu UMKM membangun bisnis yang sehat dan terus bertumbuh," kata Arnold.



 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026