Seoul (ANTARA) - Korea Selatan sedang melakukan pembicaraan intensif dengan berbagai negara, termasuk Iran, untuk memastikan normalisasi Selat Hormuz, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Sabtu.

Menurut pejabat itu, hal itu dilakukan setelah Teheran menyatakan siap mengizinkan kapal-kapal tujuan Jepang untuk melewati jalur laut yang praktis tertutup akibat krisis Timur Tengah.

"Pemerintah memantau perkembangan di Timur Tengah dengan cermat sambil mencari cara untuk melindungi warga negara kami dan mengamankan jalur transportasi energi," kata pejabat tersebut.

"Kami secara aktif berkomunikasi dengan negara-negara terkait, termasuk Iran," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan kepada Kantor Berita Kyodo bahwa Teheran siap mengizinkan kapal-kapal tujuan Jepang untuk melewati jalur pelayaran minyak utama setelah konsultasi yang tepat dengan Tokyo.

Selat Hormuz mencakup lebih dari 20 persen jalur perdagangan minyak dunia.

Semua jalur yang dapat diakses oleh kapal tanker minyak berada di dalam perairan teritorial Iran, menjadikan selat tersebut sebagai jalur vital bagi negara-negara di Asia Timur, termasuk Korea Selatan dan Jepang.

Pada Jumat (20/3), Seoul mengatakan akan bergabung dengan tujuh negara, termasuk negara-negara Eropa dan Jepang, dalam pernyataan bersama mereka yang mengutuk serangan Iran di Teluk dan penutupan de facto Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara AS dan Israel, yang mendorong Iran untuk secara efektif memblokade selat tersebut dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi global.

Sumber: Yonhap-OANA

Baca juga: Dua puluh negara siap wujudkan pelayaran aman di Selat Hormuz

Baca juga: Konflik Timteng sebabkan 20 maskapai dunia rugi hampir Rp900 triliun



Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Erwan Muhadam

COPYRIGHT © ANTARA 2026