Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai kebijakan rasional yang dirancang untuk menghemat anggaran negara dalam jangka panjang.
"Kami memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh warga negara Indonesia. Ini bukan program populis. Ini adalah program rasional untuk menghemat uang," kata Prabowo saat berpidato di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, waktu setempat.
Presiden Prabowo menilai program Cek Kesehatan Gratis mampu menekan beban biaya pengobatan dalam jangka panjang melalui deteksi dini penyakit.
Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menghindari pengeluaran yang jauh lebih besar akibat penanganan penyakit pada tahap lanjut.
Baca juga: Dinkes Papua Barat gencar laksanakan CKG melalui pemanfaatan ruang publik
Baca juga: Kolaka optimalkan layanan puskesmas perluas cakupan CKG
Prabowo menambahkan, berdasarkan kajian para ahli, program Cek Kesehatan Gratis juga berpotensi menghemat anggaran negara hingga miliaran dolar Amerika Serikat dalam jangka panjang.
"Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kami akan menghemat banyak, banyak miliar dolar Amerika Serikat," katanya.
Kepala Negara menuturkan saat ini sekitar 70 juta warga Indonesia telah menerima layanan Cek Kesehatan Gratis dan akan memperoleh layanan tersebut satu kali setiap tahun sepanjang hidup mereka.
Program CKG selanjutnya akan diperluas cakupannya kepada seluruh anak-anak dan orang dewasa di Indonesia, sehingga seluruh warga negara memperoleh akses pemeriksaan kesehatan gratis
"Dengan mendeteksi penyakit sejak dini, kami akan menghemat jauh lebih banyak biaya pengobatan dalam jangka panjang. Ini sebenarnya adalah program peningkatan produktivitas," ujarnya.
Baca juga: Bangka Tengah perkuat layanan kesehatan dasar melalui CKG dan inovasi posyandu
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
World Economic Forum, selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.
