Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengerahkan ribuan mahasiswa dari 82 perguruan tinggi untuk mengambil bagian dalam pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, seusai agenda Taklimat Presiden RI dengan akademisi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, menyebut hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto.

"Menindaklanjuti arahan langsung Bapak Presiden terkait penanganan bencana khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, perguruan tinggi yang ada bersama-sama dengan kementerian telah melakukan kegiatan di tiga provinsi mencakup 31 kabupaten dan kota, 104 kecamatan dengan melibatkan 82 perguruan tinggi," kata Brian.

Baca juga: Sekolah Garuda beroperasi 2026

Brian mengungkapkan, 82 perguruan tinggi tersebut telah mengirimkan 3.746 personel kesehatan yang terdiri dari 2.260 tenaga medis (dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, mahasiswa kedokteran), 1.267 tenaga kesehatan, serta 219 relawan umum.

"Perguruan tinggi tentu hadir bukan hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai solusi bagi bangsa," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Brian juga memaparkan saat ini terdapat 4.614 perguruan tinggi negeri dan swasta. Tercatat ada 303 ribu dosen dengan beragam latar belakang keilmuan, serta 9,9 juta mahasiswa aktif di seluruh Indonesia.

"Tentunya ini akan menjadi sumber daya manusia unggul untuk berperan dalam memajukan bangsa," ujarnya.

Baca juga: UIKA Bogor terima penghargaan nasional dari Kemendikti Saintek

Setiap tahun, perguruan tinggi di seluruh Indonesia menghasilkan 1,7 juta lulusan baru dengan latar belakang pendidikan sains dan teknologi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial dan humaniora.

Menurut Brian, ini merupakan modal sumber daya manusia yang sangat besar yang dapat menentukan daya saing Indonesia di masa mendatang.



Pewarta: Andi Firdaus
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026