Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap dirinya dijanjikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Indonesia dalam waktu dekat akan swasembada jagung, setelah pada tahun 2025 hingga saat ini Indonesia dinyatakan oleh Presiden swasembada beras.
"Saya dijanjikan oleh Pak Amran, oleh Wamentan (Sudaryono, red.), didukung oleh TNI dan Polri bahwa jagung pun, kita dalam waktu dekat, akan swasembada," kata Presiden Prabowo saat acara Panen Raya dan Pengumuman Indonesia Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Rabu.
Menurut Presiden, jika Indonesia dapat swasembada jagung, maka pemerintah dapat mengupayakan harga pakan ternak turun. Pasalnya, jagung merupakan komponen utama dan sumber energi utama pakan ternak.
"Pakan akan murah untuk seluruh peternak, petani kita, akan kita turunkan. Kalau bisa, kita turunkan lagi harga-harga pupuk," sambung Presiden.
Baca juga: Polres Karawang tanam jagung hibrida di lahan seluas 12,5 hektare bekas pabrik Timor
Baca juga: Polda NTT tanam jagung serentak di lahan seluas 1.111 ha dukung lumbung pangan nasional
Sejak 22 Oktober 2025, Pemerintah menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo.
Turunnya HET untuk pupuk itu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, yang mengganti aturan sebelumnya, Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025.
Dengan demikian, harga seluruh jenis pupuk bersubsidi turun sejak Oktober 2025, yang di antaranya mencakup urea dari Rp2.250 per kilogram menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 per kilogram menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 per kilogram menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 per kilogram menjadi Rp640 per kilogram.
Baca juga: Natuna tanam jagung untuk swasembada pangan
Di hadapan para petani saat acara panen raya, Presiden Prabowo menegaskan tekad dan keinginannya untuk menjadi pemimpin yang dapat menjadikan harga-harga kebutuhan terjangkau dan murah.
"Saya ingin jadi Presiden, prestasi yang saya idam-idamkan, di mana harga-harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga (turun, red.) untuk rakyat-rakyat kita di semua bidang," kata Presiden.
"Saya ingin nanti anak-anak petani kembali anak-anaknya bisa sekolah tinggi, anak-anaknya bisa jadi insinyur, anak-anaknya bisa jadi jenderal, seperti sekarang itu mentan-mu anak petani, wamentan-mu anak petani, sekarang jadi menteri dan wakil menteri," sambung Presiden.
