Kabupaten Bekasi (ANTARA) - PT. Pertamina EP Tambun Field memberikan pendampingan kepada para tenaga pendidik melalui pembelajaran lingkungan berkelanjutan dengan menggelar seminar Eco-School di SMP Negeri 5 Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Di balik kepedulian generasi muda, selalu ada sosok guru di belakang layar yang tanpa lelah menanamkan benih-benih baik kecil namun berdampak besar," kata Manager Communication, Relations & CID Pertamina EP Pinto Budi Bowo Laksono di Bekasi, Rabu.
Dia mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dengan merayakan figur yang memiliki tanggung jawab bukan sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi menanamkan nilai, kebiasaan dan kepedulian yang menjadi bekal anak-anak masa depan.
Seminar bertema 'Program rangkul raga bumi Bank Sampah 21' menghadirkan suasana kolaboratif antara guru, siswa dan perusahaan. Kegiatan diikuti para guru dan puluhan siswa dengan narasumber Ketua Bank Sampah 21 Kedungjaya Supriono bersama Kepala SMPN 5 Babelan Nurul Yakin.
Para pembicara berbagi praktik nyata mengenai pengelolaan sampah dan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sepanjang diskusi, guru dan siswa menggali pemahaman konsep, jenis, sumber dan dampak sampah.
Kemudian juga menelaah praktik pemilahan serta pengelolaan sampah yang dapat membentuk pola hidup bersih dan penting peran tanggung jawab sejak dini.
Gagasan pembentukan bank sampah sekolah pun berkembang menjadi ruang pembelajaran kreatif, sekaligus peluang ekonomi kecil yang menggerakkan siswa untuk menjalankan aksi lingkungan secara konsisten.
"Kolaborasi ini menghadirkan dukungan berbasis aksi agar pembelajaran lingkungan tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari," katanya.
Menurut dia pembelajaran lingkungan tidak akan benar-benar tumbuh tanpa kehadiran pendidik selaku teladan. Pendampingan yang diberikan dalam kegiatan ini mendorong guru untuk menghadirkan kesadaran lingkungan ke dalam rutinitas sekolah.
Mulai dari budaya memilah sampah hingga keterlibatan siswa dalam kegiatan lingkungan secara mandiri. Setiap percakapan dan senyum kebersamaan di ruang sekolah menunjukkan guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi menanamkan karakter peduli bumi melalui kehangatan, konsistensi dan keteladanan.
"Investasi terbaik untuk keberlanjutan lingkungan dimulai dari ruang kelas. Apa yang dilakukan guru hari ini menjadi teladan dan memberikan bekal bagi generasi mendatang yang lebih peduli lingkungan. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan penting ini," ucap dia.
Pinto menggarisbawahi Hari Guru menjadi pengingat dampak besar bermula dari perubahan kecil dimulai di ruang kelas. Dari seorang guru yang dengan sabar mengajarkan bahwa bumi adalah rumah yang perlu dijaga dan sekelompok siswa memahami sekaligus menjalankan praktik lestari di rumah.
"Bersama para guru, kami percaya bahwa generasi peduli lingkungan bukanlah cita-cita yang jauh, melainkan sesuatu yang sedang dibangun hari ini, setahap demi setahap dengan hati. Selamat Hari Guru Nasional. Guru hebat, bumi sehat," kata dia.
