Istanbul (ANTARA) - Uni Eropa, Kamis, menggelar pertemuan pertama Kelompok Donor Palestina di Brussel, mempertemukan menteri dan pejabat tinggi dari sekitar 60 negara dan organisasi untuk memperkuat tata kelola Palestina serta mendukung pemulihan di Tepi Barat dan Gaza.
Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Komisioner UE untuk Mediterania Dubravka Suica dan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa.
Menurut pernyataan resmi, forum tersebut menjadi tonggak penting dalam Program Komprehensif Multitahunan UE senilai €1,6 miliar untuk Pemulihan dan Ketahanan Palestina yang diadopsi pada April.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan inisiatif ini mencerminkan peran panjang UE sebagai penyedia bantuan eksternal terbesar bagi rakyat Palestina dan komitmennya terhadap masa depan negara Palestina berdasarkan Otoritas Palestina yang direformasi dan berfungsi baik.
“Kami berkomitmen untuk mewujudkan negara Palestina… dan terus mendukung semua upaya untuk menstabilkan kawasan,” tulisnya di platform X.
Baca juga: PMI kirimkan 500 unit tenda untuk pengungsian di Gaza Palestina
Dalam pertemuan itu, Otoritas Palestina memaparkan perkembangan reformasi fiskal, ekonomi, dan tata kelola, termasuk kemajuan di sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan sektor swasta.
Para peserta juga membahas situasi kemanusiaan dan politik di Gaza, menyusul adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 mengenai Gaza awal pekan ini.
UE mengatakan bahwa upaya stabilisasi, tata kelola transisi, dan rekonstruksi di Gaza dan Tepi Barat akan tetap berpusat pada program reformasi Otoritas Palestina.
