Tokyo (ANTARA) - Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G7 akan bertemu di Paris mulai Senin untuk membahas lonjakan harga minyak dan ancaman serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda termasuk di antara peserta yang akan hadir.
Pertemuan dua hari itu juga diperkirakan membahas pengamanan pasokan mineral kritis.
Gangguan pelayaran di Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel terhadap Iran telah mengerek harga minyak mentah, mengganggu rantai pasok global, dan mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.
Kekhawatiran juga meningkat terhadap model AI terbaru milik Anthropic, Claude Mythos.
Baca juga: G7 pertimbangkan kawal kapal-kapal di Timur Tengah
Baca juga: G7 bahas pelepasan cadangan minyak saat harga melonjak
Para ahli memperingatkan model tersebut memiliki kemampuan tinggi dalam menemukan celah sistem dan berpotensi dimanfaatkan dalam serangan terhadap lembaga keuangan maupun organisasi lainnya.
Sejumlah perusahaan disebut ingin menggunakan teknologi itu untuk mengidentifikasi kelemahan sistem mereka sebelum terjadi serangan siber.
Negara-negara G7 akan membahas bentuk kerja sama guna memastikan penggunaan teknologi tersebut secara aman.
Terkait mineral kritis, G7 juga akan membahas langkah menjaga stabilitas pasokan dengan mempertimbangkan dominasi China dalam rantai pasok logam tanah jarang.
Baca juga: Inggris, Kanada, jadi negara G7 pertama akui negara Palestina
Selain itu, peserta pertemuan diperkirakan membahas kelanjutan dukungan bagi Ukraina menghadapi invasi Rusia.
G7 terdiri atas AS, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Kanada. Selain mereka, Uni Eropa juga berpartisipasi dalam setiap pertemuan G7 sebagai anggota tidak terhitung (non-enumerated member).
Sumber: Kyodo-OANA
Pewarta: PrimayantiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.