Depok (ANTARA) - Kuswantoro (51) warga Kelurahan Meruyung Kota Depok mengakui keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bukan hanya sebatas formalitas semata.
Selama lebih dari satu dekade menjadi bagian dari Program JKN, ia telah merasakan langsung manfaat yang diberikan oleh layanan kesehatan milik pemerintah ini. Semenjak ada Program JKN, Kuswantoro dan keluarganya bisa merasakan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan menyeluruh.
Ia mengaku sudah beberapa kali berobat menggunakan jaminan dari Program JKN, terutama di masa-masa sulitnya di saat harus mendampingi istrinya melawan penyakit serius.
“Program JKN ini bukan sekedar himbauan dari pemerintah untuk masyarakat saja tetapi dengan adanya program ini kita semua bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terhindar dari risiko finansial akibat biaya pengobatan yang tinggi. Pertama kali saya terdaftar sebagai peserta yang dari perusahaan tempat saya bekerja jadi kurang lebih sudah sepuluh tahun. Pernah beberapa kali saya pakai untuk berobat kalau sedang sakit seperti demam, flu, atau batuk. Semuanya gratis, obat-obatannya juga ditanggung, jadi setiap berobat saya tidak pernah mengeluarkan uang sama sekali. Menurut saya dengan iuran yang dibayarkan rutin setiap bulannya setimpal dengan manfaat yang saya terima balik,” ujarnya, Selasa (12/08).
Baca juga: Galih: Berkat Program JKN istri saya bisa lahiran gratis di rumah sakit
Kuswantoro juga berbagi kisah tentang istrinya yang sempat menjalani pengobatan rutin sebelum menghembuskan nafas terakhir. Diketahui istri Kuswantoro memiliki masalah pada jantungnya.
Selama ini Kuswantoro setia mendampingi istrinya dalam proses pengobatan yang cukup panjang bersama Program JKN, mulai dari kontrol jantung sampai tindakan cuci darah yang harus dijalani istrinya.
Di kondisi seperti ini, Kuswantoro makin yakin bahwa Program JKN ini memang hadir untuk membantu masyarakat yang berjuang untuk sembuh tanpa mengkhawatirkan perkara biaya yang dibutuhkan.
Ia juga menceritakan bahwa istrinya sempat dirujuk beberapa kali dari rumah sakit di Kota Depok sampai dengan rumah sakit di Kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Baca juga: Citra: Dari kontrol kehamilan hingga persalinan, semua dijamin JKN
“Manfaat dari Program JKN ini makin terasa saat istri saya jatuh sakit. Diagnosa dokter mengatakan bahwa istri saya ada sakit jantung. Awalnya cuma periksa kesehatan biasa aja, terus pas dicek ternyata sudah berkembang ke arah gagal ginjal dan harus menjalani pengobatan rutin salah satunya hemodialisa. Istri saya sempat dirawat inap beberapa hari di rumah sakit sebelum akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit besar dengan fasilitas yang lebih lengkap di daerah Daan Mogot Jakarta. Alhamdulillah selama proses pengobatan yang panjang ini kami sama sekali tidak diberatkan dengan persoalan biaya karena semua sudah ditanggung Program JKN. Saya tidak kebayang sih kalau harus bayar pribadi karena tindakan dan obat-obatannya tidak ada yang murah,” jelas Kuswantoro.
Selama mendampingi proses pengobatan sang istri, Kuswantoro mengapresiasi kualitas layanan rumah sakit yang menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan. Ia menyebut para dokter dan tenaga kesehatan menjalankan tugasnya secara profesional dan komunikatif.
Meskipun istrinya dirawat di rumah sakit besar dan jauh dari domisili tapi tetap dilayani dengan sebaik mungkin. Meski sempat merasakan layanan yang kurang cepat di masa awal Program JKN, Kuswantoro mengakui bahwa kualitas pelayanan BPJS Kesehatan kini jauh lebih membaik.
Baca juga: Nardianto: BPJS itu bukan jual-beli, tapi bentuk gotong royong untuk semua
Ia pun menyampaikan pesan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk tidak menunda pendaftaran sebagai peserta karena menurutnya biaya iuran yang relatif terjangkau.
“Kalau dulu mungkin pasien BPJS diresponnya lambat, tapi sekarang sudah jauh lebih cepat dan tertata. Ditambah sudah ada fitur Antrean Online di aplikasi Mobile JKN, sehingga tidak perlu berlama-lama antre. Selama menggunakan Program JKN penanganan medisnya bagus. Istri saya ditangani oleh tiga dokter spesialis ; penyakit dalam, dokter saraf, dan dokter ginjal. Semua menjelaskan kondisi secara terbuka kepada keluarga. Kuswantoro juga berpesan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN agar segera daftar, jangan takut atau ragu. Iurannya tidak mahal, tapi manfaatnya luar biasa. Kalau ada kondisi darurat, kita sudah terlindungi. Melalui Program JKN ini pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tutupnya.
