Depok (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok Jawa Barat mengajak pelajar setempat untuk sejak usia dini menjadi agen perubahan antinarkoba
"Program ini kami lakukan karena meningkatnya prevalensi penyalahgunaan narkotika, khususnya pada kelompok usia remaja," kata Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Depok, Purwoko Nugroho di Depok, Senin.
Ia mengaku memiliki program aksi nasional antinarkoba yakni mulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR).
Program ini menyasar anak-anak mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca juga: BNN Depok edukasi remaja soal pencegahan narkoba selama Ramadhan
Baca juga: BNN Depok ajak masyarakat perangi narkoba bersama-sama
Namun, dalam pelaksanaannya lebih difokuskan kepada pelajar tingkat SMP karena telah memiliki pemahaman lebih matang.
Dirinya menyebutkan, prevalensi penyalahgunaan narkotika saat ini cenderung meningkat dan terbesar berada pada kelompok usia 15 hingga 24 tahun.
Kemudian, lanjutnya, penyalahgunaan narkotika juga telah menyasar usia anak-anak.
Di Kota Depok, pada 2025 tercatat terdapat delapan anak yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
“Ini menjadi perhatian serius, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi yang masif kepada para pelajar,” jelasnya.
Baca juga: BNN Depok edukasi pelajar tentang narkoba
Melalui program ANANDA BERSINAR, katanya, para pelajar didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sebayanya.
Para remaja diharapkan mampu menjaga diri, lingkungan, serta mengajak teman-temannya untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
“Kami berharap para pelajar ini dapat menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” katanya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026