Depok (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan kembali menjadi solusi nyata bagi masyarakat, tak hanya untuk penyakit kronis atau layanan rawat inap saja, tapi juga untuk layanan kesehatan sehari-hari. Raihan Yafi Amani (21), seorang mahasiswa asal Depok, adalah salah satu peserta JKN yang telah merasakan langsung manfaat dari program ini, mulai dari pengobatan penyakit tipes hingga pencabutan gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Awalnya Raihan mengaku bahwa dirinya sempat tidak terlalu memperhatikan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Namun, semua pandangannya berubah ketika ia harus menjalani perawatan akibat sakit tipes.
“Tadinya saya sempat berpikir buat apa punya jaminan kesehatan, harus bayar iuran tiap bulan padahal lagi tidak sakit. Tapi setelah sempat dirawat inap di rumah sakit beberapa waktu lalu, saya baru merasakan betapa pentingnya Program JKN sebagai perlindungan ketika sakit. Saat itu saya mengalami demam tinggi selama beberapa hari, mulanya saya pikir hanya kelelahan. Tapi setelah ke FKTP dan dirujuk untuk tes darah, ternyata hasilnya positif tipes. Saya langsung dirawat di rumah sakit, dan semua biayanya ditanggung oleh Program JKN. Dari layanan rawat inap, obat-obatan, sampai tindakan medis, saya tidak keluar uang sama sekali. Padahal kalau dihitung biayanya pasti lumayan besar,” ujar Raihan, Senin (02/06).
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, BPJS Kesehatan Cabang Cibinong dekatkan diri kepada peserta
Baca juga: Lubang gigi tertangani, peserta PPU BPJS Kesehatan rasakan manfaat nyata program JKN
Selama menjalani perawatan, Raihan mengaku merasa tenang karena tidak perlu memikirkan soal biaya. Ia hanya fokus untuk proses pemulihan. Dirinya pun terkesan dengan pelayanan rumah sakit yang tetap optimal meski menggunakan JKN.
Tidak ada sedikitpun diskriminasi dari petugas kepada pasien, semua dilayani sama rata baik pasien dengan menggunakan JKN dan pasien dengan asuransi lainnya. Tak hanya saat sakit tipes, beberapa minggu setelah pulih, Raihan kembali memanfaatkan layanan JKN untuk pencabutan gigi di rumah sakit. Ia menceritakan bahwa prosesnya sangat mudah dan cepat. Dari pemeriksaan di FKTP sampai dengan dikeluarkannya rujukan ke rumah sakit, semua berjalan lancar.
“Dari awal masuk rumah sakit, saya dilayani dengan baik. Dokter dan tenaga medisnya komunikatif, mereka menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan. Makanan yang diberikan saat rawat inap pun sesuai dengan kondisi saya yang harus sangat dijaga pola makannya. Keluarga saya merasa lega karena tidak ada beban biaya tambahan. Selang beberapa waktu setelah kondisi saya kembali pulih, saya ke rumah sakit lagi untuk proses pencabutan gigi. Saya punya gigi geraham yang sering sakit yang ternyata bisa dicabut menggunakan BPJS Kesehatan. Prosesnya cepat, saya daftar pagi, diperiksa, dan langsung dijadwalkan untuk pencabutan. Tidak ada biaya sama sekali, semuanya gratis,” tambahnya.
Baca juga: Pegawai Swasta ini Akui JKN Jadi Penolongnya Ketika Sakit DBD
Bagi Raihan, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program JKN bukan hanya formalitas administratif, melainkan kebutuhan penting yang harus dimiliki oleh setiap warga, termasuk kalangan muda. Ia pun tak segan segan mengajak teman sebayanya untuk tidak menunda mendaftar sebagai peserta JKN dan menjaga keaktifan kepesertaan mereka sebab biaya berobat semakin mahal dan penyakit juga datang tidak bisa ditebak. Raihan juga berharap semoga Program JKN ini semakin meluas hingga ke pelosok Indonesia dan setiap masyarakat bisa tersosialisasikan bahwa betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan di masa sekarang ini.
“Kadang kita yang masih muda suka merasa sehat terus, jadi menganggap remeh hal-hal seperti jaminan kesehatan. Tapi setelah saya mengalami sendiri, saya sadar betul betapa pentingnya terdaftar aktif di Program JKN. Bukan cuma buat penyakit besar, tapi juga hal-hal yang kelihatannya sepele seperti cabut gigi pun bisa sangat meringankan. Kalau sudah daftar, pastikan kartunya aktif terus. Jangan baru cari solusi saat sudah sakit. Dengan JKN, kita punya rasa aman. Kesehatan itu mahal, dan program ini betul-betul membantu. Saya sangat terbantu dan saya yakin masih banyak lagi anak muda yang akan terbantu kalau mereka sadar pentingnya JKN dari sekarang,” tutup Raihan.(MI/se)
