Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) melatih para guru SMA/SMK di Maluku Barat Daya (MBD) dalam penerapan pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Rektor Unpatti, Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Minggu menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
“Kemampuan memanfaatkan AI dalam proses belajar-mengajar bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Guru harus dibekali dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu menciptakan pembelajaran inovatif dan kompetitif,” ujarnya.
Baca juga: Universitas Pattimura beri wawasan kebangsaan bagi penerima beasiswa ADIK 2025
Baca juga: Universitas Pattimura gencarkan edukasi pencegahan dan penyebaran HIV pada mahasiswa
Pelatihan digelar secara kolaboratif oleh dua program studi PSDKU Unpatti MBD, yakni Pendidikan Matematika dan Peternakan.
Ia menjelaskan,pelatihan ini bertujuan membekali guru dengan perangkat digital modern yang mampu memperkaya metode pembelajaran di kelas.
“Tim kami memperkenalkan platform berbasis AI seperti Gimkit, Canva, dan media edukasi FarmQuest yang dapat membantu guru menciptakan pembelajaran lebih menarik. Teknologi ini kami harap jadi alat bantu efektif untuk memantik minat belajar siswa,” ujarnya.
Para guru mengikuti pengenalan dan praktik langsung penggunaan Gimkit, sebuah aplikasi evaluasi berbasis permainan yang memanfaatkan dukungan AI. Sesi ini dipandu oleh Michael Inuhan dan mendapat respons positif dari peserta.
Baca juga: Universitas Pattimura gandeng perusahaan perdagangan cetak sarjana wirausahawan
Menurutnya, penggunaan Canva berbasis AI, mulai dari fitur utama hingga pemanfaatan template yang dapat disesuaikan dengan berbagai mata pelajaran. Sementara FarmQuest merupakan media pembelajaran berbentuk permainan yang turut dibagikan templatenya untuk dimodifikasi para peserta.
Antusiasme terlihat saat para guru mencoba memodifikasi template FarmQuest melalui Canva serta memainkan langsung media tersebut dalam suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Prof Freddy Leiwakabessy mengatakan program seperti ini akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya Unpatti meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku.
“Kami ingin memastikan guru di daerah memiliki akses dan kemampuan memanfaatkan teknologi terkini agar pembelajaran semakin inklusif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
