Jakarta (ANTARA) - Sejak 2021, Yayasan Siapbergerak konsisten menggerakkan aksi sosial-kemanusiaan berbasis empati, pendidikan, dan kolaborasi anak muda.
Melanjutkan jejak kebaikan itu, Siapbergerak berkolaborasi dengan Jaditaukasih dan Jejakbaik dalam kegiatan pendampingan di YPLB Nusantara, lembaga pendidikan luar biasa yang telah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus sejak 1989.
Dengan tema “Berbagi Rasa, Menyatu Asa”, kegiatan ini mempertemukan relawan muda dan para murid dengan beragam kondisi, tunanetra, tunarungu, tunagrahita, autisme, down syndrome, dan tunadaksa, untuk belajar, berkarya, dan merayakan keberbedaan sebagai kekuatan bersama.
Para murid menampilkan tari tradisional, musik, hingga bermain alat instrumen seperti drum dan piano. Kegiatan dilanjutkan dengan group games, pembuatan gantungan kunci kreatif, dan sesi tari bersama, membangun ruang perjumpaan yang menghargai, bukan mengasihani; merangkul, bukan memisahkan.
“Kita Tidak Boleh Berjalan Sendiri”
“Bersama, kami ingin membangun ekosistem kepedulian yang berkelanjutan. Sahabat disabilitas bukan objek, mereka adalah subjek di masyarakat, dan bersama merekalah masa depan inklusi kita bangun,” jelas Mila Viendyasari, Ketua Yayasan Siapbergerak
Komitmen ini selaras dengan rekomendasi global: The Lancet menegaskan bahwa inklusi disabilitas tidak cukup berhenti pada regulasi; harus ada perubahan sikap sosial, ruang partisipasi, dan akses yang setara.
Studi internasional juga menunjukkan bahwa melibatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan sosial memperkuat empati masyarakat, memperluas akses layanan, dan mendorong keberlanjutan komunitas inklusif.
Suara Kolaborasi
“Acara ini hangat, penuh cinta, dan membuat kami belajar bersyukur serta memperluas relasi. Semoga kolaborasi ini jadi pintu kegiatan besar berikutnya, “ ujar Octa Ramadhani, Koordinator Jaditaukasih Depok
“Kami belajar memahami, mendampingi, dan menghargai anak-anak tanpa melihat keterbatasannya — sekaligus memperkuat rasa empati dan persaudaraan, “ seru Nasywaa Nariswari Putri, Ketua Pelaksana
“Melihat anak-anak di YPLB tersenyum mengingatkan kami bahwa berbagi tidak perlu menunggu dewasa ataupun mapan. Anak muda punya ruang untuk memberi, belajar, dan membangun Indonesia sejak hari ini,” tutup Putie Hikari, Founder Jejak Baik
Pesan ini mencerminkan prinsip volunteerisme inklusif global: bahwa setiap orang, tanpa memandang usia atau kemampuan fisik, memiliki kapasitas memberi, memimpin, dan menciptakan perubahan sosial .
Tentang Gerakan
• Siapbergerak : gerakan sosial kemanusiaan sejak 2021 yang mengedepankan pendampingan sosial, edukasi, dan pemberdayaan relawan
• Jaditaukasih : komunitas sosial aktif di Jabodetabek & Bandung dengan kunjungan rutin ke panti sosial.
• Jejakbaik : gerakan edukasi & empati yang membuktikan anak muda mampu memimpin perubahan sejak bangku sekolah.
Kuatkan mimpi anak berkebutuhan khusus, ketika empati anak muda menjadi gerakan perubahan
Jumat, 31 Oktober 2025 16:21 WIB
Kuatkan Mimpi Anak Berkebutuhan Khusus, Ketika Empati Anak Muda Menjadi Gerakan Perubahan (ANTARA/istimewa)
