Jakarta (ANTARA) - Liburan bukan sekadar jeda dari aktivitas sekolah, tetapi juga momentum pembentukan karakter, harapan, dan rasa peduli. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan komersialisasi masa libur, JejakBaik hadir membawa alternatif: liburan yang bermakna, edukatif, dan transformatif.

Kegiatan “Berbagi dan Belajar” bersama anak-anak yatim dan dhuafa yang diadakan oleh JejakBaik melibatkan para pelajar dari berbagai sekolah, antara lain Putie Hikari (BINUS SCHOOL Bekasi), Pangeran Adriel Rahman (SMA Al Azhar Kemang Pratama 4), Danish Beryllia (BINUS SCHOOL Bekasi), Davilla (SMA Al Azhar Kemang Pratama), Velycia (SMAK PENABUR Kota Wisata), Reva (BINUS SCHOOL Bekasi), dan Dyah (SMA Insan Cendekia Al Kausar).

Acara yang digelar pada pukul 10.45 pagi ini diisi dengan berbagai kegiatan: perkenalan, ice breaking, pemberian buku, serta sesi refleksi tentang pentingnya membaca. Anak-anak diminta menggambar dan mempresentasikan pekerjaan impian mereka—sebuah cara sederhana namun kuat untuk memantik refleksi diri dan menumbuhkan kepercayaan diri.

“Buku adalah jendela dunia, dan membaca adalah membuka jendela itu,” ujar Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Pesan ini menjadi fondasi filosofi kegiatan JejakBaik. Penelitian terkini dari Social Psychology of Education (Heppt et al., 2022) menegaskan bahwa jumlah buku di rumah berkontribusi signifikan terhadap prestasi akademik anak, bahkan melampaui pengaruh latar belakang pendidikan dan pekerjaan orang tua. Buku terutama buku anak-anak merupakan bentuk cultural capital yang menumbuhkan minat belajar, memperluas kosakata, dan memperkuat pemahaman bahasa akademik.

Putie Hikari, pendiri JejakBaik, menjelaskan, “Kami ingin anak-anak memahami bahwa buku bukan hanya hiburan, tapi jembatan menuju masa depan. Ketika mereka menuliskan mimpi dan menyampaikannya di depan teman-teman, mereka sedang membangun identitas dan keberanian untuk bermimpi.”

Bagi para relawan, kegiatan ini adalah pelajaran hidup. “Melihat adik-adik panti bersinar matanya saat menggambar impian mereka membuat saya sadar: mereka memiliki semangat juang luar biasa,” ujar Danish Beryllia.

Sementara Dyah menambahkan, “Aku berharap, sekecil apa pun yang aku lakukan hari ini bisa meninggalkan jejak yang berarti. Biar mereka tahu, ada orang-orang yang percaya dan mendukung mereka untuk bermimpi setinggi mungkin.”

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, JejakBaik mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan. Bahwa liburan bukan harus ke luar negeri atau pusat perbelanjaan mewah, tapi bisa bermula dari ruang kecil penuh kasih, buku, dan mimpi.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026