Kabupaten Bogor (ANTARA) - Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk menyelenggarakan Program Praktik Kerja Profesi (internship) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis guna memperkuat kompetensi lulusan yang adaptif dan siap menjawab tantangan kesehatan masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kemitraan antara Danone Indonesia dan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, sebagai bagian dari penguatan sinergi dunia akademik dan industri.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University Ivan Rizal Sini mengatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata.
“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata dan berdampak. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana riset dan pendekatan berbasis bukti dijalankan secara profesional di industri kesehatan,” ujarnya.
Baca juga: Agroforestri berpeluang tingkatkan ekonomi desa
Baca juga: EIGER Adventure Land buka 150 lowongan di IPB Career Days
Program praktik kerja profesi tersebut akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis sepanjang 2026 dalam beberapa gelombang. Peserta akan mendapatkan pengalaman praktik terstruktur di Divisi Healthcare Nutrition Danone Indonesia.
Selama program berlangsung, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi dan pendampingan profesional, tetapi juga terlibat dalam penyusunan konten edukasi berbasis sains, pengembangan materi komunikasi seperti infografis, penyelenggaraan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat.
Medical Science Director Danone Indonesia Ray Wagiu Basrowi menegaskan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif dan berbasis praktik nyata.
“Kerja sama program praktik kerja ini membuka ruang pembelajaran aplikatif, di mana mahasiswa dapat terlibat langsung dalam riset, program skrining kesehatan, serta inisiatif community development berbasis sains yang kami jalankan dari sisi industri,” katanya.
Baca juga: IPB kembangkan sea farming berbasis adat di Wakatobi
Menurut dia, tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti, sehingga sinergi akademik dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan nutrisionis yang kompeten dan komunikatif.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis IPB University Hardinsyah menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kompetensi nutrisionis, terutama dalam aspek promosi kesehatan.
“Ke depan, nutrisionis tidak hanya berperan di layanan kesehatan, tetapi juga perlu aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan platform digital,” ujarnya.
Penandatanganan kerja sama ini, kata dia, diharapkan menjadi fondasi kemitraan jangka panjang antara dunia akademik dan industri dalam membangun ekosistem edukasi dan layanan gizi yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut lulusan nutrisionis, lanjutnya, diharapkan mampu menerjemahkan ilmu gizi menjadi intervensi edukasi yang relevan, efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan publik.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026