Depok (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Safe Home” di Kampung Pemulung, Pancoran, Jakarta Selatan.
Program ini hadir sebagai upaya menciptakan ruang aman bagi korban kekerasan berbasis gender (KBG), sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini berada di bawah dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) dan European Union, serta berkolaborasi dengan Komunitas Anara Indonesia, organisasi nonprofit yang berfokus pada advokasi dan pemberdayaan masyarakat marginal dan korban kekerasan berbasis gender.
Program ini diketuai oleh Monica Maharani, Mahasiswa Berprestasi Utama dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya tahun 2025, dengan supervisi oleh Prof. Dr. Multamia Retno Mayekti Tawangsih Lauder, S.S., M.Se., DEA dan Dr. Taufik Asmiyanto, S.S., M.Si.
Makna di Balik “Safe Home”
Program Safe Home muncul dari keprihatinan terhadap masih tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah perkotaan, terutama di kawasan padat seperti Kampung Pemulung.
Di tengah keterbatasan ekonomi, banyak korban yang memilih diam karena tidak memiliki akses terhadap perlindungan dan layanan psikososial yang aman.
Melalui program ini, mahasiswa UI berupaya membangun kesadaran bahwa rumah dan lingkungan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan ruang ketakutan.
Safe Home menggabungkan pendekatan edukasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan ekosistem perlindungan berbasis komunitas.
Peran Mahasiswa dan Komunitas
Tim lintas fakultas Universitas Indonesia berkolaborasi dalam menjalankan program ini. Dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fauzan Putra Sanjaya, Vinka Alrezky As, dan Joy Debora Sitorus mengembangkan platform digital Safe Home, yang berfungsi sebagai
Sementara itu, tim dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) yang terdiri atas Monica Maharani dan Agustinus Herman memimpin pelaksanaan kegiatan, mengelola komunikasi komunitas, serta mendokumentasikan prosesnya untuk keperluan advokasi publik.
Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Farida Doa Valentina memberikan materi edukasi tentang kesehatan mental dan strategi perlindungan diri, dan dari Fakultas Teknik (FT), Jennifer Batami mendukung pelaksanaan kegiatan serta penataan ruang aman komunitas.
Kolaborasi dengan Komunitas Anara Indonesia menjadi jembatan penting untuk memahami kondisi sosial masyarakat Kampung Pemulung.
Komunitas ini membantu menjangkau perempuan, remaja, dan keluarga yang membutuhkan ruang berbagi, konseling, dan dukungan psikologis.
Dampak terhadap Masyarakat
Program ini tidak hanya menyoroti aspek perlindungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Safe Home memperkenalkan pelatihan keterampilan sederhana dan kewirausahaan mikro agar perempuan di komunitas tersebut dapat memiliki kemandirian. Program ini disambut positif oleh warga setempat, yang merasa terlibat langsung dalam setiap sesi sosialisasi dan pelatihan.
Safe Home dan SDGs.
Safe Home merupakan bentuk nyata komitmen Universitas Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dengan dukungan DPIS UI, European Union, dan komunitas Anara Indonesia, Safe Home diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, membangun ruang aman, memperkuat solidaritas, dan membuka jalan bagi perubahan sosial yang lebih setara dan inklusif.
