Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggandeng Kantor Bea Cukai Cikarang dalam upaya menciptakan budaya kerja ramah lingkungan melalui inisiatif penerapan prinsip-prinsip perlindungan lingkungan hidup dalam aktivitas perkantoran atau program eco office.

Kolaborasi menciptakan lingkungan kerja bersih, nyaman, sehat dan hemat sumber daya ini ditandai kegiatan bersama melibatkan jajaran pegawai serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bea Cukai, bertempat di Aula Candra Bea Cukai Cikarang.

"Eco Office merupakan pendekatan sistematis untuk mendorong pola kerja yang efisien dan berkelanjutan sekaligus membentuk kebiasaan peduli lingkungan di instansi pemerintahan," kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Sukmawatty Karnahadijat di Cikarang, Rabu.

Ia menjelaskan ada enam parameter utama dalam implementasi program ini antara lain pengembangan lahan perkantoran, efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan dan pengurangan sampah, peningkatan kualitas udara dan kesehatan ruang serta manajemen eco office.

Dirinya menekankan budaya ramah lingkungan harus dimulai dari lingkungan terdekat, seperti tempat kerja dan tempat tinggal. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah penerapan prinsip 3R atau Reuse, Reduce dan Recycle.

Reuse dengan menggunakan kembali barang layak pakai, Reduce yakni mengurangi barang sekali pakai serta Recycle atau mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat.

"Dari kantor, kita bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Kita budayakan eco green dari hal yang paling ringan," katanya.

Sukmawatty berharap sinergi ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain di Kabupaten Bekasi untuk menerapkan konsep serupa demi menciptakan lingkungan kerja yang sehat, hemat energi dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat gerakan lingkungan hidup secara terpadu, dimulai dari kantor pemerintahan sebagai agen perubahan menuju pembangunan berkelanjutan.

Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang I Wayan Sapta Dharma menyambut baik sinergi ini sebab kenyamanan bekerja dipengaruhi kualitas lingkungan kantor, salah satunya melalui penghijauan dan pengelolaan sampah yang baik.

"Kita harus berani memulai dari langkah kecil, karena tanpa langkah kecil, kita tidak akan pernah bisa memulai sesuatu yang besar," katanya.

Dia mengatakan gerakan ramah lingkungan bukan sekadar program seremonial melainkan juga merupakan bentuk komitmen nyata dari setiap individu.

"Langkah ini bisa dimulai dari rumah dengan mengelola sampah rumah tangga dan air limbah secara bijak. Ini bukan hanya program kantor, tetapi cerminan komitmen kita bersama," katanya.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026