Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyebut ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Ibadah kurban merupakan teladan ketakwaan, pengorbanan, kesyukuran dan keikhlasan tertinggi dari Nabi Ibrahim kepada Allah SWT,” kata Dody usai membagikan hewan kurban di Kantor DPP LDII, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, esensi utama ibadah kurban adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang kemudian menjadi syariat bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Dody menjelaskan, semangat berkurban di era modern tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ibadah spiritual kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antarsesama manusia melalui semangat berbagi dan gotong royong.
“Kurban adalah simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial, yang memiliki nilai dalam memperkuat solidaritas, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan membangun kebersamaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Untuk memperluas manfaat kurban kepada masyarakat, DPP LDII mendorong seluruh jajaran organisasi mulai dari tingkat DPW, DPD, Pengurus Cabang (PC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) agar aktif terlibat dalam pelaksanaan dan distribusi daging kurban.
Menurut Dody, pendekatan berbasis komunitas diperlukan agar manfaat kurban dapat menjangkau masyarakat secara merata, terutama di tingkat akar rumput.
“Kami mendorong PC dan PAC LDII di seluruh Indonesia agar menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kurban di lingkungan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis komunitas, manfaat kurban diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Selain mendorong kepedulian sosial, LDII juga menginstruksikan pelaksanaan kurban dilakukan secara bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Dody mengatakan penggunaan plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban perlu dikurangi dengan mengganti menggunakan wadah ramah lingkungan maupun plastik daur ulang.
“Pelaksanaan kurban harus memperhatikan aspek kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kami menginstruksikan seluruh warga LDII agar mulai menggunakan plastik daur ulang atau wadah yang lebih ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban,” katanya.
Ia menambahkan proses penyembelihan hewan kurban juga harus memenuhi prinsip syariat sekaligus memperhatikan aspek kesehatan masyarakat dan pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Limbah hasil penyembelihan perlu dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan pencemaran maupun gangguan lingkungan,” ujar Dody.
DPP LDII juga mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum membangun budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan secara bersamaan.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026