Jakarta (ANTARA) - Musyawarah Nasional (Munas) X LDII menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai ketua umum DPP LDII periode 2026-2032 melalui keputusan aklamasi dalam rapat paripurna, Kamis.

Penetapan tersebut sekaligus menandai pergantian kepemimpinan dari ketua umum sebelumnya yang tidak kembali dicalonkan karena alasan kesehatan.

Dody Taufiq Wijaya menyampaikan bahwa langkah awal kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi internal di tingkat DPP guna memastikan kesinambungan program organisasi tetap berjalan pada masa transisi.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kontribusi LDII bagi masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai organisasi yang telah dibangun sebelumnya.

Selain konsolidasi internal, Dody juga menekankan perlunya sinkronisasi organisasi hingga ke tingkat daerah, mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC, agar program dan kontribusi LDII dapat dirasakan hingga akar rumput.

“Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus untuk memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, guna mendukung pelaksanaan program yang sejalan dengan kebijakan nasional dan daerah.

Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan lainnya, menjadi penting untuk memperluas manfaat program LDII bagi masyarakat.

Dody menambahkan, kepengurusan baru akan berupaya membawa organisasi mencapai kinerja terbaik melalui kerja sama yang solid dan pelaksanaan program yang terukur.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa LDII merupakan organisasi yang dikenal rapi, bersih, dan kompak.

Ia menilai karakter tersebut dapat menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai agenda pemerintah, termasuk program kebersihan dan ketertiban sosial.
 

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Munas X LDII di Jakarta, Kamis (9/4/2026). (ANTARA/HO-LINES)


“LDII itu dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini bisa disinergikan dengan agenda besar pemerintah,” kata Dahnil.

Dahnil juga menyoroti peran LDII dalam sektor perhajian, khususnya terkait kedisiplinan jamaah yang dinilai dapat mendukung pelaksanaan ibadah haji yang tertib dan berkualitas.

Menurutnya, karakter jamaah LDII yang tertib dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan ibadah yang menjunjung nilai perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi LDII dalam memperkuat citra Islam Indonesia yang moderat dan berakar pada nilai kebangsaan.







 

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026