Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor menargetkan 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 meski harus menghadapi keterbatasan anggaran dan berstatus sebagai tuan rumah bersama Kota Depok dan Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Selasa, mengatakan target tersebut ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap kemampuan para atlet yang menunjukkan tren peningkatan dibandingkan capaian sebelumnya.

“Target kita 100 emas insyaallah. Kalau sebelumnya memang kita dapat 65. Hari ini dengan melihat kemampuan atlet, ada grafik yang cukup baik, cukup positif. Artinya 100 emas itu bukan target yang tanpa dasar,” ujar Jenal di Bogor.

Ia menjelaskan, verifikasi atlet untuk Porprov Jabar 2026 telah rampung dilakukan. Jumlah atlet yang akan diberangkatkan tercatat sekitar 700 orang, berkurang dibandingkan Porprov sebelumnya yang mencapai sekitar 900 atlet.

Menurut Jenal, pengurangan jumlah atlet tersebut dipengaruhi oleh efisiensi anggaran yang berdampak pada pembinaan dan kesiapan kontingen.

“Tahun ini kita hanya memberangkatkan 700 atlet. Tentu kendalanya efisiensi anggaran yang berimbas kepada jumlah atlet,” katanya.

Selain fokus pada atlet, Kota Bogor juga harus menyiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah bersama Kota Depok dan Kota Bekasi. Sebanyak 20 cabang olahraga akan dipertandingkan di Kota Bogor dengan salah satu arena utama berada di kawasan Hotel Green Forest.

Persiapan dua bulan terakhir difokuskan pada peningkatan kemampuan fisik dan mental atlet melalui pelatihan rutin yang dilakukan sekitar tiga kali dalam sepekan.

Pemkot Bogor juga berkoordinasi dengan sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMA, agar atlet pelajar mendapatkan ruang dan kelonggaran untuk menjalani latihan intensif menjelang pertandingan.

“Kita minta izin ke tiap sekolah untuk memberikan ruang kelonggaran bagi siswa-siswi yang masuk dalam atlet yang akan kita kirimkan di Porprov 2026,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan Porprov, Pemkot Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 miliar yang terbagi dalam dua tahun, yakni Rp30 miliar pada 2025 dan sekitar Rp25 miliar pada 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk kesiapan arena, pembinaan atlet, insentif, seragam, hingga kebutuhan teknis pelaksanaan pertandingan.

Jenal menegaskan, hingga saat ini seluruh pembiayaan masih bersumber dari APBD Kota Bogor tanpa bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sampai hari ini murni APBD Kota Bogor, tidak ada bantuan dari provinsi. Maka acara-acara seremonial yang dianggap tidak terlalu penting kita hilangkan, lebih langsung kepada pelatihan dan pelaksanaan,” ujarnya.

Ia menilai, status Kota Bogor sebagai tuan rumah Porprov akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, terutama sektor perhotelan, restoran, dan usaha pendukung lainnya.

Beberapa hotel di Kota Bogor, kata dia, bahkan sudah mulai dipesan oleh daerah lain yang akan mengikuti pertandingan maupun pemusatan latihan.

“Saya rasa dengan Bogor menjadi tuan rumah ini multiplier effect-nya besar, tidak hanya peningkatan ekonomi, tetapi masyarakat juga akan merasakan dampak positifnya. Mudah-mudahan juga meningkatkan PAD Kota Bogor,” kata Jenal.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026