Surabaya (ANTARA) - Istilah kuno "jalan menuju Roma" atau all roads lead to Rome merupakan frasa yang mempunyai arti bahwa banyak cara berbeda untuk mencapai hasil yang sama.
Ungkapan ini begitu simbolik dan kental akan sejarah kota Roma pada masa kekaisaran Romawi pada tahun 300 SM.
Dalam masa
Tim nasional U-21 Italia menatap gelaran Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2025 dengan luka sayatan yang masih menganga.
Meski dihuni oleh wajah-wajah baru seperti Merit Adigwe, nyatanya faktor kekalahan di babak final Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2023 atas China masih menjadi luka batin yang sangat mendalam bagi Azzurri atau Si Biru.
Setahun berselang, Italia mencoba untuk memperbaiki luka batin tersebut dengan menatap gelaran Womens Volleyball European Championship U-20 2024.
Kejuaraan Bola Voli Eropa yang berlangsung di Bulgaria dan Irlandia tersebut diharapkan bisa menjadi penyembuh untuk Italia.Terlebih setelah senior mereka, timnas U-22 Italia memastikan diri menjadi yang terbaik di Eropa pada kejuaraan yang sama.
Italia menghadapi ujian sesungguhnya kala menapaki Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2025 yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur mulai 7 hingga 17 Agustus.
Azzurri berada di pul C bersaing dengan jawara Eropa, Turki lalu Polandia, Republik Ceko, Mesir, dan Aljazair.
Berada di pul yang mempunyai peta kekuatan yang hampir merata, membuat Italia harus berdarah-darah untuk melaju ke babak selanjutnya.
Selepas memetik kemenangan meyakinkan tiga set langsung atas Republik Ceko dan Aljazair, Italia hampir saja kalah atas Polandia namun akhirnya menang lewat drama lima set.
Lalu di pertandingan keempat, Italia menghajar Mesir tiga set langsung. Sementara pada final ulangan Kejuaraan Eropa, Italia kembali dipecundangani oleh Turki lewat drama lima set langsung.
Berstatus sebagai runner-up pul C, Italia kemudian dihadapkan dengan tuan rumah Indonesia pada babak 16 besar. Azzurri bisa memetik kemenangan 3-1 setelah sempat dikejutkan oleh tim Merah Putih pada set ketiga.
Di perempat final, Italia bersua juara bertahan China. Di sinilah titik balik dari Adigwe dan kawan-kawan kala bisa menghajar China tiga set langsung, yang sekaligus membangkitkan moril bahwa "Roma semakin dekat".
Meski memetik kemenangan meyakinkan atas China, Gagliardi mengungkapkan bahwa tak ingin terburu-buru membicarakan gelar juara karena masih ada Brasil di babak semifinal.
Brasil, yang berstatus sebagai tim tersukses di turnamen ini, juga bukan menjadi halangan berarti untuk Italia. Azzurri menghajar habis Brasil tiga set langsung untuk sekaligus mencapai final kedua secara berturut-turut.
Di babak final, segalanya tidak dapat diprediksi. Menghadapi Jepang, Italia terus tampil agresif untuk bisa membongkar pertahanan yang solid dari Ami Uchizawa dan kawan-kawan.
Namun Italia yang telah menuai serangkaian kekalahan di babak final mampu bermain sabar dan bisa mengambil keuntungan. Italia menang dramatis atas Jepang melalui pertandingan lima set.
Gagliardi mengatakan bahwa kunci sukses timnya pada laga final ini hanya satu, bermain sabar dan menunggu kelengahan Jepang.
