Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam lulusan Universitas Indonesia Dr. dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD-KEMD, mengemukakan bahwa kondisi dry eye atau mata kering yang disebabkan penyakit autoimun rentan dialami usia muda.
"Seringkali mata kering itu merupakan pintu masuk bagi penyakit lain, misalnya penyakit hipertiroid, diabetes, atau sakit-sakit yang bidang hormonal. Tapi, ada juga yang dekat sekali yaitu autoimun," kata Aswin dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Rabu.
Mata kering terjadi ketika produksi air mata tidak cukup atau air mata cepat menguap. Kondisi itu biasanya menyebabkan mata kemerahan, terasa panas atau gatal, sensitif terhadap cahaya hingga terlihat mengeluarkan air mata berlebihan.
Mata kering bisa menjadi sindrom atau gejala sejumlah penyakit lain.
Autoimun merupakan penyakit yang disebabkan sistem kekebalan tubuh berlebih sehingga menyerang organ atau sel tubuhnya sendiri. Salah satu autoimun yang menjadi penyebab mata kering adalah Sjogren Syndrome.
"Sjogren Syndrome itu penyakit autoimun yang melibatkan kerusakan kelenjar air mata," kata Aswin menambahkan.
Baca juga: Mata kering tak dapat penanganan bisa picu kerusakan fisik hingga psikologis
Baca juga: Dokter: Autoimun bukanlah penyakit menular
