Jakarta (ANTARA) - Warga Jakarta yang enggan memeriksa kesehatan gratis (CKG) sendirian bisa memanfaatkan CKG komunitas dengan mengirimkan surat kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan.
"Kami bekerjasama untuk melakukan CKG komunitas di luar Puskesmas. Itu misalnya kita punya di satu kantor, kerja sama dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan nanti kami yang datang," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni di Jakarta, Rabu.
Pada acara bertema "Dapatkan Cek Kesehatan Gratis untuk Semua!" mengatakan, ikut CKG komunitas menjadi pilihan bagi warga yang takut diperiksa kesehatan seorang diri.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga membuka peluang bekerja sama dengan kantor-kantor swasta untuk melaksanakan CKG. Biasanya, kantor-kantor tersebut sudah memiliki klinik dan tim dari Puskesmas dapat membantu dari sisi logistik, pemeriksaan dan tenaga kesehatan.
CKG diluncurkan secara resmi oleh Kementerian Kesehatan pada 10 Februari 2025 dan hingga Maret 2025, program ini telah diikuti 15.487 orang di Jakarta dari berbagai kelompok warga mulai dari bayi hingga lansia.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sebanyak 9,2 juta warga bisa mengikuti CKG selama tahun 2025.
Baca juga: Rektor UIN sebut program CKG topang upaya mewujudkan Generasi Emas 2045
Baca juga: Bisikan penghuni tepian Nusantara
