Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 1.300 sopir truk sampah yang bertugas di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Kami telah memulai Cek Kesehatan gratis (CKG) bagi 1.300 sopir truk sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Herwin Meifendy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Herwin menyebut, pemeriksaan ribuan sopir truk tersebut ditargetkan selesai dalam 10-13 hari ke depan dengan rata-rata setiap hari ada 100 sopir yang diperiksa kesehatannya.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan di salah satu ruang kantor pengelola TPST Bantar Gebang Bekasi tersebut. Sebelum diperiksa, para sopir truk ini wajib mendaftarkan diri melalui aplikasi Satusehat Mobile atau WhatsApp Chatbot Kemenkes/JAKSAFE.
Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan atau lingkar perut, tekanan darah, dan gula darah. Kemudian pemeriksaan gigi sederhana menggunakan senter dan spatula oleh dokter gigi, pemeriksaan mata dan telinga, skrining Tuberculosis (TBC) pengambilan sampel dahak, dan lainnya.
Baca juga: Pakar Gizi dorong pencegahan personal demi kesehatan
"Kita kerahkan dua tim atau 10 orang tenaga Kesehatan untuk memeriksa kesehatan 100 sopir truk itu. Hari pertama yang ditugaskan dari Puskesmas Kecamatan Cakung," jelas Herwin.
Pemeriksaan ini sebagai tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang memerintahkan pada Dinas Kesehatan DKI agar memeriksa kesehatan seluruh sopir truk sampah.
Selain itu, pemeriksaan juga untuk menjaga stamina sopir truk sampah dan mengantisipasi agar tidak terjadi lagi sopir truk yang mengalami kelelahan atau penyakit komorbidnya tidak terobati.
"Sopir truk yang diperiksa diberikan vitamin dan obat sesuai dengan keluhan atau hasil skrining. Lalu juga ada makanan ringan dan minuman," ucap Herwin.
Menurut dia, pihaknya juga siap melakukan rujukan ke rumah sakit jika diperlukan. Namun, sejauh ini tidak ditemukan adanya sopir yang diketahui mengalami sakit berat.
Baca juga: Dokkes Polri obati ratusan warga korban banjir
Dia berharap setelah dilakukan pemeriksaan, jika diketahui ada riwayat penyakitnya maka sopir bisa langsung memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
"Sehingga, bisa dilakukan pencegahan dan pengobatan lebih lanjut secara dini. Tentunya ini dapat lebih cepat menyelamatkan para pengemudi yang ada di Dinas Lingkungan Hidup," ucap Herwin.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai program skrining atau pemeriksaan kesehatan gratis di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pemeriksaan kesehatan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan para petugas kebersihan, khususnya pengemudi truk sampah.
"Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Gubernur Pramono Anung,“ kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim di Jakarta, Senin.
Program ini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang bekerja sama dengan tim medis terkait.
