Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) KH Chriswanto Santoso mengajak masyarakat dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk terus membangun kedekatan dan kepercayaan bersama dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan.
Hal tersebut disampaikan KH Chriswanto dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", Senin.
"Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat. Kami melihat komitmen Polri terus ditingkatkan melalui reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan," kata KH Chriswanto dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menilai, berbagai upaya Polri dalam memberantas premanisme, judi, narkoba, hingga mempercepat layanan kepada masyarakat, menjadi bukti nyata peningkatan profesionalisme kepolisian.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya membangun kepercayaan dua arah antara masyarakat dan Polri. Menurut dia, tanpa kepercayaan itu, penegakan hukum tidak dapat berjalan maksimal.
"Kalau masyarakat tidak percaya polisi atau sebaliknya, yang berlaku adalah hukum rimba. Padahal kita bangsa yang beradab dan berlandaskan Pancasila," ujarnya.
Ia mencontohkan, daerah-daerah rawan konflik sering kali muncul akibat ketidakhadiran aparat penegak hukum. "Tanpa kehadiran polisi satu malam saja, keamanan lingkungan bisa terganggu," katanya.
Lebih lanjut, KH Chriswanto menilai, menjadikan masyarakat sebagai subjek hukum dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan Polri. Sebaliknya, jika masyarakat hanya dianggap sebagai objek hukum, rasa takut dan ketidakpercayaan akan tumbuh.
DPP LDII, lanjut dia, terus mendorong kolaborasi dengan Polri, termasuk melalui kegiatan penyuluhan hukum di lingkungan pesantren. Salah satunya adalah penyuluhan rutin yang dilakukan Polda Jawa Timur di Ponpes Wali Barokah terkait bahaya narkoba dan radikalisme.
"Di Ponpes Al Ubaidah, para calon juru dakwah juga menerima pembekalan dari kepolisian tentang pencegahan kenakalan remaja, bahaya media sosial, hingga bullying. Ini agar mereka paham hukum dan terhindar dari pelanggaran," ujar dia.
Sementara itu, Sekretaris Umum DPP LDII Dody T. Wijaya menyoroti pentingnya Polri beradaptasi dengan tantangan baru di era digital.
Menurut dia, ancaman di ruang digital seperti hoaks, ujaran kebencian, radikalisme daring, dan kejahatan siber membutuhkan pendekatan Polri yang lebih adaptif dan responsif, tanpa mengabaikan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.
"Polri tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendidik, seperti melalui edukasi literasi digital dan kampanye internet sehat," kata Dody.
Ia berharap di usia Polri yang ke-79 tahun ini, institusi tersebut terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan integritas agar semakin dicintai masyarakat.
"Pendekatan yang terbuka dan penuh empati adalah kunci agar Polri tetap dipercaya dalam menjaga stabilitas, baik di dunia nyata maupun di ruang digital," kata Dody.
Ketua Umum LDII ajak masyarakat dan Polri bangun kepercayaan bersama
Senin, 30 Juni 2025 19:25 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) KH Chriswanto Santoso. (ANTARA/HO-LINES)
