Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Jaya mencatat 11 orang dari 25 suspek di kabupaten setempat terkonfirmasi positif campak, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
"Kalau 2024 terdapat 15 kasus suspek, tetapi tidak ada yang positif. Sedangkan hingga Juni 2025, sudah ada 26 kasus suspek, dan 11 orang positif campak," kata Plt Kepala Dinkes Aceh Jaya Salbiah di Aceh Jaya, Rabu.
Salbiah menegaskan permasalahan campak ini menjadi perhatian serius pihaknya agar tidak terus meningkat ke depannya, dan harus ditangani dengan baik.
Baca juga: Menkes AS kunjungi Texas usai terjadi dua kematian akibat wabah campak
Baca juga: Texas AS laporkan kasus kematian pertama akibat wabah campak
Ia menuturkan adapun langkah pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan, yakni dengan pelacakan kontak erat hingga penyuluhan kepada masyarakat.
"Kita telah mengambil langkah respons cepat, termasuk pelacakan kontak erat, penyuluhan kepada masyarakat, dan penyediaan layanan imunisasi di sejumlah titik," ujarnya.
Salbiah menegaskan tindakan, baik yang dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit tersebut adalah dengan melakukan imunisasi, terutama bagi anak-anak.
"Imunisasi campak disebut sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penularan penyakit ini, khususnya bagi anak-anak," katanya.
Baca juga: Ini perbedaan gejala cacar monyet, cacar air, dan campak menurut dokter
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam kulit.
"Kita juga mengharapkan masyarakat bisa proaktif menjaga kesehatan keluarga dan segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala mencurigakan," kata Salbiah.
