Oviedo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan dirinya mendukung sanksi terhadap siapa pun yang berupaya menghalangi tercapainya solusi dua negara (two-state solution) untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.
"Saya mendukung sanksi bagi mereka yang berniat menyabotase solusi dua negara," kata Albares kepada stasiun TV nasional Spanyol, TVE, pada Kamis.
"Karena itulah, kami secara sepihak menjatuhkan sanksi kepada para pemukim (Yahudi) di Tepi Barat, dan karena itu, Spanyol menjadi pihak yang membawa isu ini di tingkat Uni Eropa," kata dia.
Spanyol dan Irlandia telah mendorong Uni Eropa untuk mengkaji ulang Kesepakatan Asosiasi dengan Israel karena dugaan pelanggaran hukum internasional.
Spanyol menolak pengusiran warga sipil Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Pernyataan Albares itu muncul setelah Aitor Esteban, anggota parlemen wilayah Basque, pada Rabu menyebut rencana Israel untuk membentuk lembaga relokasi warga Gaza sebagai "genosida".
"Spanyol telah ikut serta dalam gugatan Afrika Selatan di Mahkamah Internasional untuk menetapkan apakah genosida sedang terjadi," katanya.
Sejak rezim zionis biadab Israel melancarkan agresi brutal di Jalur Gaza pada Oktober 2023, sudah lebih dari 50.000 warga Palestina tewas hingga saat ini.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Mardawi sebut Hamas siap berunding untuk akhiri agresi Israel di Jalur Gaza
Baca juga: Israel bunuh 103 warga Gaza dan lukai 223 orang tiap hari
