Jakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta menyatakan tadarus pagi di madrasah tetap berjalan saat Ramadhan 1446 Hijriah yang dilanjutkan kegiatan belajar mengajar.
"Pembiasaan tadarus pagi yang menjadi ciri khas madrasah tetap berjalan sebelum dilanjutkan dengan KBM dalam menyelesaikan kompetensi dasar maupun capaian pembelajaran," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DKI Jakarta, Adib saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Dia berharap agar peserta didik dan pihak madrasah dapat menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT sekaligus mencintai Al Quran.
"Agar Ramadhan dijadikan momentum bagi para peserta didik dan madrasah untuk semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta semakin mencintai Al Quran dengan memperbanyak tadarus dan menghayati isi kandungannya," katanya.
Jam pembelajaran selama Ramadhan ditetapkan oleh kepala madrasah dengan ketentuan dikurangi setiap jam pelajaran maksimal 10 menit.
Kegaiatan belajar mengajar selama Ramadhan akan dimonitoring dan dievaluasi oleh pengawas madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Baca juga: 39 ribu siswa ikuti ujian seleksi masuk Madrasah unggulan
Baca juga: Kanwil Kemenag DKI masih rumuskan materi pembelajaran sekolah selama Ramadhan